- Kampung Coklat menawarkan pengalaman belajar memasak coklat yang menarik bagi anak-anak.
- Metode pembelajaran berfokus pada praktik langsung untuk meningkatkan kreativitas dan rasa ingin tahu.
- Tiga tahapan dalam pembelajaran: memahami, mengaplikasi, dan merefleksi membantu anak-anak belajar lebih mendalam.
Kampung Coklat di Blitar kini menjadi primadona dalam metode pembelajaran luar kelas (outing class) bagi sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Dengan pendekatan belajar sambil bermain, Kampung Coklat menyuguhkan pengalaman edukatif yang menarik, membuat anak-anak lebih mudah memahami materi pelajaran melalui praktik langsung. Metode ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada para peserta didik. Alih-alih hanya mendengarkan pengajaran dari guru, anak-anak diajak untuk eksplorasi aktivitas yang berhubungan dengan budidaya kakao hingga proses pembuatan coklat yang sederhana. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan rasa ingin tahu mereka, tetapi juga melatih kreativitas sejak dini.
Proses belajar di Kampung Coklat mengikuti pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang terbagi dalam tiga tahapan utama, yaitu memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Hal ini disusun agar anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga bisa mempraktikkan serta mengingat pengalaman belajar yang telah dilalui. Pada tahap awal, anak-anak dijak mengeksplorasi area Tani Modern, di mana mereka belajar mengenai berbagai media tanam dan cara menanam kakao dengan metode yang mudah dipahami.
Setelah mempelajari cara menanam dan mengenal berbagai jenis buah kakao serta proses pemetikannya, kegiatan kemudian dilanjutkan di ruang cooking class. Di sini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai bahan dasar pembuat coklat secara interaktif. Pendamping yang berpengalaman menggunakan metode pengajaran yang ringan, sehingga konsep yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh anak-anak. Selanjutnya, memasuki tahap mengaplikasi, suasana belajar semakin meriah dengan anak-anak yang berkesempatan untuk mempraktikkan semua yang telah diajarkan. Mulai dari menanam hingga membuka buah kakao di bawah bimbingan instruktur, pengalaman ini membuat peserta lebih memahami proses pengolahan kakao secara langsung, berbeda dengan sekadar melihat gambar atau video di dalam kelas.