- Peternak Blitar menggelar obral telur untuk protes terhadap harga telur yang anjlok.
- Harga telur di tingkat peternakan saat ini jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar.
- Aksi ini menarik perhatian masyarakat dan ASN untuk membeli telur dengan harga terjangkau.
Blitar - Dalam upaya menanggulangi dampak penurunan harga telur yang merugikan, peternak di Kabupaten Blitar menggelar obral telur dengan harga promosi sebesar Rp 20 ribu per kilogram. Kegiatan ini dipusatkan di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar dan berhasil mencuri perhatian masyarakat. Sejumlah kendaraan pikap yang berisi telur dan ayam terlihat berjajar, siap untuk memenuhi permintaan warga yang datang berbondong-bondong.
Aksi ini bukan sekadar promosi, tetapi merupakan bentuk protes dari para peternak yang merasa terjepit oleh harga telur di tingkat peternakan yang kini berada pada titik terendah, yakni berkisar antara Rp 15.600 hingga Rp 16.200 per kilogram. Suyanto, salah satu peternak yang terlibat dalam aksi ini, menyatakan bahwa kondisi ini sangat merugikan mereka, mengingat harga jual telur di pasar masih relatif tinggi, antara Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.
Masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), merespons positif aksi ini dengan langsung membeli telur dengan harga murah. Selain membantu peternak, tindakan ini juga memberikan keuntungan bagi konsumen yang mulai kesulitan akibat mahalnya harga telur di pasaran. Melalui obral ini, peternak berharap dapat meningkatkan kembali harga jual di tingkat peternakan dan mengurangi gap yang ada antara harga peternak dan harga pasar.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan akan ada perhatian lebih dari pihak terkait untuk menangani permasalahan harga telur yang terus menurun demi kesejahteraan peternak lokal. Peternak berharap agar kondisi tersebut bisa segera membaik sehingga dapat kembali menjalankan usaha tani mereka dengan lebih baik.