- Persib Bandung menghadapi tantangan dengan empat kompetisi musim ini yang memerlukan kedalaman skuad.
- Pendaftaran lebih dari 11 pemain asing dianggap realistis untuk menjaga kebugaran dan mengantisipasi cedera.
- Target tinggi di ACL 2 memerlukan penambahan pemain asing untuk meningkatkan peluang dalam kompetisi.
Bandung - Manajemen Persib Bandung terus mengkaji strategi penguatan skuad legiun asing untuk menghadapi kompetisi sepak bola 2026/2027. Keterlibatan Persib dalam empat turnamen, baik domestik maupun internasional, seperti Liga 1 dan ACL 2, telah menjadikan keputusan mengenai jumlah pemain asing sangat penting dan menjadi topik hangat, terutama di kalangan Bobotoh, pendukung setia tim.
Menghadapi jadwal yang padat dan tuntutan kompetisi yang tinggi, banyak pihak berpendapat bahwa mendaftarkan lebih dari 11 pemain asing bisa menjadi langkah taktis yang cerdas. Pendekatan ini dianggap perlu untuk meminimalisir dampak cedera dan menjaga kebugaran para pemain kunci, sehingga tim tetap kompetitif di semua ajang yang diikuti.
Dimasa lalu, di bawah pelatih Boyan Hodak, Persib sering kali dihadapkan pada dilema memilih antara fokus di liga domestik atau kompetisi Asia. Tentunya, pengorbanan pada salah satu ajang menyebabkan prestasi di level Asia tidak optimal. Kini, pelatih baru Igor Tolic akan berupaya mengatasi tantangan serupa dengan strategi pelatihan yang lebih efektif untuk musim depan.
Jika target klub adalah untuk melampaui babak 16 besar di ACL 2, tambahan slot untuk legiun asing dari 11 menjadi 13 atau 14 pemain bisa sangat strategis. Hal ini akan memberikan kekuatan ekstra yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan di Shopee Cup dan kompetisi lainnya. Namun, keputusan ini tentunya sangat bergantung pada dukungan finansial dan kesiapan infrastruktur klub untuk mendukung rencana tersebut.