Minggu, 21 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Olahraga Menggali Kekayaan Finansial Klub Liga 1: 7 Pemilik Sultan yang Mendorong Sepak Bola Indonesia

Menggali Kekayaan Finansial Klub Liga 1: 7 Pemilik Sultan yang Mendorong Sepak Bola Indonesia

Menggali Kekayaan Finansial Klub Liga 1: 7 Pemilik Sultan yang Mendorong Sepak Bola Indonesia
Poin Penting:
  • Nirwan Bakrie merupakan pemilik Persija Jakarta dan membantu modernisasi klub.
  • Arema FC didukung oleh sejumlah pengusaha besar dalam kepemilikan saham.
  • Keterlibatan konglomerat dalam klub Liga 1 meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia.

Dalam dunia sepak bola Indonesia, keberadaan pengusaha dan konglomerat menjadi salah satu pilar utama yang mendukung kekuatan finansial klub-klub sepak bola. Masuknya dukungan ini sangat penting, terutama dengan biaya operasional yang terus meningkat di era sepak bola modern. Pada musim Liga 1 Indonesia atau Super League 2025-2026, beberapa klub terkemuka dikelola oleh individu-individu yang memiliki jejak sukses dalam berbagai sektor bisnis, mulai dari media hingga properti.

Di posisi puncak dalam daftar ini adalah Nirwan Bakrie, pemilik klub legendaris Persija Jakarta. Sebagai adik dari Aburizal Bakrie, figur yang dikenal luas dalam dunia bisnis dan politik, Nirwan telah berkontribusi besar dalam pengembangan fasilitas klub, termasuk pembinaan sumber daya manusia dan infrastruktur modern di training ground yang berada di Sawangan, Depok. Dukungan finansial dari keluarga Bakrie semakin mengokohkan posisi Persija sebagai salah satu raksasa sepak bola di Tanah Air.

Sementara itu, Arema FC juga tidak ketinggalan dalam menunjukkan kekuatan di Liga 1. Klub ini didukung oleh pemegang saham yang berpengaruh, termasuk Iwan Budianto sebagai CEO yang memiliki saham mayoritas senilai Rp3,75 miliar. Selain itu, figur publik seperti Gilang Widya Pramana, pemilik Juragan 99, dan Raffi Ahmad melalui PT RANS Entertainment Indonesia turut berkontribusi dengan kepemilikan saham substansial. Semua kerjasama ini berperan penting dalam mempertahankan Arema FC sebagai salah satu tim yang diperhitungkan di kancah sepak bola nasional.

Dengan semakin menjamurnya pemilik klub dari kalangan konglomerat, persaingan di Liga 1 Indonesia semakin ketat. Dinamika ini tidak hanya menarik untuk disimak oleh para penggemar sepak bola, namun juga menggambarkan bagaimana aspek ekonomi dan bisnis mempengaruhi perkembangan olahraga di tanah air, termasuk di Blitar yang memiliki antusiasme tinggi terhadap sepak bola.