- Lapas Blitar menggelar cek kesehatan gratis yang mencakup 405 warga binaan dan pegawai.
- Satu warga binaan terindikasi positif TBC dan diisolasi untuk mencegah penularan.
- Dinkes Kota Blitar menekankan pentingnya skrining kesehatan di Lapas untuk deteksi dini penyakit menular.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, telah melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama empat hari. Kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk memastikan kesehatan warga binaan dan pegawai Lapas. Dari total 405 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan, satu warga binaan ditemukan terindikasi terjangkit penyakit Tuberkulosis (TBC).
Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Iswandi, menjelaskan bahwa setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi TBC, pihaknya segera mengambil langkah pencegahan dengan mengisolasi warga binaan tersebut. Ia menegaskan pentingnya tindakan ini untuk mencegah penularan kepada warga binaan lainnya. Lebih lanjut, tes ulang telah dijadwalkan pada Senin, 7 September 2026, agar dapat memastikan status kesehatan individu tersebut. Jika hasilnya positif, proses pengobatan rutin akan segera dijalankan.
Iswandi menekankan bahwa pemantauan kesehatan ini sangat krusial mengingat kondisi di dalam Lapas yang memiliki kepadatan tinggi dan sirkulasi udara yang minim, sehingga menciptakan potensi penyebaran penyakit menular seperti TBC. Dalam kesempatan yang sama, Silvia Dewi Kusumawati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Blitar, juga mengungkapkan bahwa Lapas merupakan salah satu area yang rawan untuk penularan TBC, mengingat adanya faktor kepadatan hunian dan ventilasi yang tidak memadai.
Silvia menjelaskan lebih lanjut mengenai TBC, yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan menular melalui percikan dahak. Gejala yang umum terjadi mencakup batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam, berkeringat malam, penurunan berat badan, dan mudah lelah. Oleh karena itu, skrining kesehatan secara berkala menjadi sangat penting untuk deteksi dini dan mencegah penyebaran penyakit ini di lingkungan penjara.