Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke NTT Ditunda, Fokus Penanganan Bencana Terus Berlanjut

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke NTT Ditunda, Fokus Penanganan Bencana Terus Berlanjut

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke NTT Ditunda, Fokus Penanganan Bencana Terus Berlanjut
Poin Penting:
  • Kunjungan Presiden Prabowo ke NTT ditunda untuk fokus penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
  • Gempa NTT 7.7 magnitudo mengakibatkan 91 korban jiwa, bertambah dari laporan sebelumnya.
  • Persiapan kunjungan ke lokasi bencana masih berlangsung, menunggu tanggal resmi dari pemerintah.

Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke lokasi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rencananya dijadwalkan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, mengalami penundaan. Informasi ini disampaikan oleh Melki Laka Lena, Gubernur NTT. Sebagai alternatif, kunjungan tersebut diperkirakan akan dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus atau Selasa, 26 Agustus 2026. Penundaan ini berkaitan dengan kegiatan presiden yang lebih mendesak, yaitu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.

Sebagai tambahan, sehari setelah penundaan tersebut, pada Minggu, 23 Agustus 2026, Presiden Prabowo juga menghadiri acara pernikahan Rizky Irmansyah, Sekretaris Pribadinya, di Jakarta Convention Center, di mana beliau berperan sebagai saksi nikah bersama Presiden Joko Widodo.

Kunjungan ke lokasi bencana ini sangat penting mengingat gempa berkekuatan 7.7 magnitudo yang mengguncang Flores, NTT pada 15 Agustus 2026 telah menyebabkan kerusakan parah. Menurut Kementerian Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, persiapan untuk kunjungan presiden masih berlangsung, meskipun tanggal pastinya belum dapat dipastikan. Dia meminta masyarakat untuk sabar menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait waktu pelaksanaan kunjungan.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat gempa telah bertambah menjadi 91 orang, setelah laporan terbaru yang menyebutkan penambahan 4 korban. Hal ini disampaikan oleh Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pada malam hari yang sama. Krisis yang dihadapi masyarakat NTT menuntut perhatian dan dukungan yang lebih, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.