- Pendaftaran dan kehadiran masyarakat dalam layanan kesehatan melonjak hingga 61%.
- Dinkes Blitar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat.
- Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis mencatat capaian yang melebihi ekspektasi awal.
Kota Blitar menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) menunjukkan bahwa pada pekan pertama Juli 2026, pendaftaran dan kehadiran warga untuk mengakses layanan kesehatan di puskesmas melesat tajam, mencapai 61 persen. Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, mengungkapkan bahwa peningkatan angka pendaftaran ini merupakan tanda positif bagi kesehatan publik. Meskipun demikian, tantangan untuk mengubah kebiasaan hidup pasif di masyarakat masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan bersama.
"Masyarakat perlu selalu diingatkan untuk hidup sehat. Dengan meningkatnya konsumsi makanan dan minuman instan, serta kebiasaan yang cenderung malas bergerak, kita harus melawan tantangan ini melalui edukasi dan kampanye kesehatan," ujar Dissie saat konferensi pers pada Minggu (12/7/2026).
Menurut data Dinkes, jumlah pendaftar pada 24 Juni 2026 tercatat sebanyak 46.286, melonjak menjadi 47.666 pada tanggal 1 Juli 2026. Angka kehadiran untuk mengambil layanan kesehatan pun mengalami kenaikan dari 45.771 menjadi 47.153 dalam periode yang sama. Hal ini mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pemkot Blitar melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) berkomitmen untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit, serta pemantauan status kesehatan mental masyarakat. Jenis pemeriksaan yang dilakukan disesuaikan dengan kelompok usia, termasuk pemeriksaan fisik, tanda vital, skrining penyakit tidak menular seperti diabetes dan kolesterol. Dengan capaian PKG melebihi target awal yang dipatok 46 persen dari total penduduk, upaya pemkot ini menjadi bukti nyata dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Blitar.