- 73 anak binaan LPKA Blitar diusulkan untuk mendapatkan remisi menjelang Hari Anak Nasional.
- Verifikasi berlapis dari Ditjenpas diperlukan sebelum keputusan final terhadap usulan remisi.
- Hanya anak berusia di bawah 18 tahun yang berhak mendapatkan remisi, dengan 101 anak lainnya absen dari usulan.
Dalam persiapan menyambut Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli mendatang, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar mengusulkan sebanyak 73 anak binaan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan atau remisi. Usulan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi anak-anak tersebut untuk memulai lembaran baru dalam hidup mereka. Kasi Registrasi dan Klasifikasi LPKA Kelas I Blitar, Denie Kamiswara, memastikan bahwa data anak yang diusulkan saat ini sedang dalam proses verifikasi.
Proses pengajuan remisi ini tidaklah sederhana, melainkan melalui berbagai tahapan yang ketat. Denie menjelaskan bahwa saat ini masih berlangsung verifikasi berlapis dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Meskipun jumlah usulan telah dicatat, angka tersebut belum bersifat final dan masih harus menunggu keputusan resmi dari pusat. Pihak LPKA menekankan pentingnya kelengkapan berkas dan evaluasi psikologis sebagai syarat utama dalam mendukung pengajuan remisi.
Total anak yang saat ini menjalani masa pembinaan di LPKA Kelas I Blitar mencapai 174 anak. Dengan pengajuan ini, hanya separuh dari jumlah tersebut yang dapat direkomendasikan untuk mendapatkan remisi. Penting untuk dicatat bahwa usulan remisi ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun. Oleh karena itu, sekitar 101 anak tidak memenuhi syarat dan tetap harus menjalani masa pembinaan lebih lanjut, terutama bagi mereka yang belum mencapai sepertiga masa hukuman yang ditentukan.
Meskipun saat ini tidak ada usulan untuk Remisi Hari Anak Kedua (RAN II) yang memberikan kebebasan langsung, upaya LPKA Blitar dalam mengusulkan remisi untuk anak binaan mereka tetap menjadi langkah positif. Harapannya, remisi ini dapat membantu mereka untuk kembali terintegrasi ke dalam masyarakat dengan lebih baik di masa depan.