- Operasi pencarian resmi dihentikan pada hari ke-7 sesuai permintaan keluarga.
- Keluarga meyakini bahwa NS masih hidup berkat bukti rekaman CCTV.
- Tim SAR belum menemukan jasad NS meski telah memperluas pencarian.
Operasi pencarian terhadap NS, seorang warga Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, yang diduga tercebur ke Sungai Brantas, resmi dihentikan pada hari ke-7 pencarian, yaitu pada Jumat, 11 Juli 2026. Penghentian ini dilakukan sehubungan dengan permintaan yang disampaikan oleh keluarga korban, yang tetap optimis meyakini bahwa NS masih hidup.
Taufik, Dantim Operasi SAR Basarnas Trenggalek, mengonfirmasi bahwa keputusan untuk menghentikan pencarian diambil setelah pihak keluarga menyampaikan surat pernyataan. Meskipun prosedur operasi pencarian umumnya berlangsung selama tujuh hari, pihaknya menghargai keinginan keluarga yang penuh harapan.
Selama pelaksanaan pencarian, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan jasad korban meski telah memperluas area pencarian hingga memasuki wilayah Kabupaten Kediri. Teguh Abianto, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, juga memperkuat berita tentang penghentian ini dan menambahkan fakta bahwa keluarga menemukan petunjuk yang dianggap signifikan. Salah satunya adalah rekaman dari CCTV di rumah yang menunjukkan adanya aktivitas yang diduga dilakukan oleh NS menggunakan telepon genggam yang dibawanya saat dinyatakan hilang.
Keluarga berharap, dengan adanya bukti-bukti ini, harapan mereka untuk menemukan NS dalam keadaan selamat masih terbuka. Masyarakat setempat di Srikaton dan Ngantru turut merasakan dampak emosional dari kejadian ini, dan berharap agar pihak-pihak terkait dapat terus memberikan dukungan moral dan material guna membantu keluarga di masa sulit ini.