Jumat, 17 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pendidikan & Budaya Inovasi Game Literasi Tiga Kembara Kelana Dorong Guru SMKN 1 Kademangan Jadi Pemenang EJIES 2025

Inovasi Game Literasi Tiga Kembara Kelana Dorong Guru SMKN 1 Kademangan Jadi Pemenang EJIES 2025

Inovasi Game Literasi Tiga Kembara Kelana Dorong Guru SMKN 1 Kademangan Jadi Pemenang EJIES 2025
Poin Penting:
  • WD Sukmandari dari SMKN 1 Kademangan menciptakan Game Literasi Tiga Kembara Kelana untuk meningkatkan minat baca siswa.
  • Inovasi ini berhasil mengantarkan Sukmandari menjadi salah satu dari 250 Top Innovator di EJIES 2025.
  • Pendekatan interaktif dan berbasis teknologi diharapkan dapat menciptakan budaya literasi yang kuat di kalangan siswa.

Inovasi dalam dunia pendidikan semakin berkembang, terutama dalam menghadapi tantangan rendahnya minat baca di kalangan siswa. Salah satu terobosan yang dapat menjadi contoh nyata adalah Game Literasi Tiga Kembara Kelana, yang diciptakan oleh WD Sukmandari, S.Pt, seorang guru di SMKN 1 Kademangan. Berkat kreativitasnya, WD Sukmandari berhasil meraih prestasi gemilang di ajang East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2025, masuk dalam daftar 250 Top Innovator, bahkan menyabet tempat di 10 inovasi terpilih untuk Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten/Kota Blitar.

Dalam mengembangkan Game Literasi Tiga Kembara Kelana, WD Sukmandari menyadari bahwa pendekatan konvensional dalam mengajarkan materi membaca tidak lagi menarik perhatian siswa. Oleh karena itu, ia menciptakan format pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, mengintegrasikan elemen-elemen permainan untuk menarik minat generasi muda terhadap literasi. Proses belajar dikemas menjadi sebuah petualangan yang membuat siswa merasa dilibatkan secara aktif.

WD Sukmandari menerangkan, kehadiran inovasi ini merupakan respons terhadap kecenderungan siswa yang lebih tertarik pada permainan digital daripada buku bacaan. Dengan memanfaatkan ketertarikan anak-anak terhadap teknologi, ia berhasil menyuguhkan sebuah media pembelajaran yang mampu menggabungkan unsur literasi, teknologi, dan metode pembelajaran aktif.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini tidak hanya terletak pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga pada penciptaan budaya literasi yang kuat di kalangan siswa. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan siswa tidak hanya dapat belajar membaca, tetapi juga mampu menemukan kebahagiaan dalam proses membaca itu sendiri, yang pada akhirnya akan membangun kebiasaan membaca yang baik di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat.