- Sistem bioflok dalam budidaya ikan nila dapat mengurangi biaya pakan hingga 30 persen.
- Desa Bojong diakui sebagai Kampung Budidaya Nila dan berfungsi sebagai pusat edukasi bagi masyarakat.
- Peningkatan jumlah kolam budidaya dari 5 menjadi lebih dari 60 menunjukkan keberhasilan penggunaan teknik bioflok.
Di tengah tantangan pembudidayaan ikan yang kian meningkat, para pengusaha budidaya ikan nila di Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, telah menemukan solusi inovatif melalui penerapan sistem bioflok. Sistem ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pemberian pakan hingga 30 persen, tetapi juga mempercepat siklus panen serta menghasilkan ikan yang lebih sehat. Dengan cara ini, diharapkan dapat menyediakan sumber pangan terjangkau bagi masyarakat, mengingat harga ikan yang relatif tinggi selama ini terpengaruh oleh biaya pakan yang mahal.
Didik Heriantoro, seorang pengelola budidaya ikan yang terkemuka di wilayah tersebut, menekankan bahwa penggunaan sistem bioflok berfokus pada rekayasa kualitas air yang memungkinkan terbentuknya pakan alami bagi ikan di kolam. Pendekatan ini dimulai dari pengembangan skala kecil dengan lima kolam, namun setelah berhasil dilaksanakan, jumlah kolam telah meningkat signifikan menjadi lebih dari 60 kolam.
Keberhasilan ini juga didukung oleh penetapan Desa Bojong sebagai Kampung Budidaya Nila oleh pemerintah. Dengan demikian, lokasi ini tidak hanya berperan dalam produksi ikan nila, tetapi juga sebagai pusat edukasi bagi para pelajar dan masyarakat setempat tentang praktik budidaya yang berkelanjutan. Usaha ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan berprotein tinggi dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.