Selasa, 14 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Inovasi Budidaya Ikan Gurame di Tulungagung: Dari Bibit Silet ke Pasar Nasional

Inovasi Budidaya Ikan Gurame di Tulungagung: Dari Bibit Silet ke Pasar Nasional

Inovasi Budidaya Ikan Gurame di Tulungagung: Dari Bibit Silet ke Pasar Nasional
Poin Penting:
  • Budidaya ikan gurame di Tulungagung terus berkembang, menghasilkan ikan berkualitas tinggi.
  • Petani menggunakan kolam berukuran 8 x 15 meter untuk menampung 3.000 bibit gurame.
  • Pakan berkualitas dan metode pemberian yang baik berkontribusi pada hasil panen yang optimal.

Budidaya ikan gurame di Tulungagung mengalami perkembangan yang signifikan, menjadikannya salah satu usaha perikanan air tawar yang menjanjikan. Dengan rentang pemeliharaan selama satu tahun, para petani dapat memproduksi ikan gurame dengan bobot mencapai 1 kilogram, yang tidak hanya dikonsumsi lokal tetapi juga dipasarkan hingga ke daerah seperti Jakarta dan Jawa Barat.

Dalam praktik budidaya yang dilakukan, petani menggunakan kolam berukuran sekitar 8 x 15 meter, di mana 3.000 ekor bibit ikan gurame berukuran silet ditaburkan dengan harga awal hanya Rp1.000 per ekor. Selama setahun, seluruh ikan dipelihara tanpa proses penyortiran, sehingga ketika mencapai ukuran optimal, ikan-ikan tersebut siap untuk dipanen dan dijual sesuai permintaan pasar.

Para petani menetapkan target ukuran panen pada kisaran 5 hingga 8 ons, dengan beberapa ikan bahkan dapat mencapai berat 1 kilogram. Aspek penting dari keberhasilan budidaya ini adalah konsumsi pakan, di mana penggunaan sekitar 25 karung pakan dapat menghasilkan panen hingga 5 kuintal. Pakan yang digunakan memiliki kadar protein 28 persen, yang diberikan sejak ikan masih kecil dengan ukuran pelet 1 milimeter.

Proses pemberian pakan dilakukan secara berhati-hati dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari, mengingat karakter ikan gurame yang berbeda dengan ikan air tawar lainnya. Inovasi ini tidak hanya menambah nilai ekonomis bagi petani, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan usaha perikanan di Tulungagung, yang menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal.