- Me Time Factory berawal dari bisnis kerajinan pot plastik sebelum beralih ke tanaman hias.
- Penjualan tanaman hias daun lebih stabil di pasar dibandingkan tanaman berbunga.
- Strategi bisnis berubah dari penjualan ritel ke proyek pengadaan untuk berbagai sektor.
BLITAR - Peluang bisnis tanaman hias di Blitar terus menjanjikan bagi para pelaku usaha yang mampu melakukan adaptasi terhadap dinamika pasar. Salah satu contoh sukses adalah Muri Anandayu, pendiri Me Time Factory, yang berbagi pengalamannya dalam membangun usaha tanaman hias sejak tahun 2016. Dalam sebuah program di Women Stock IDX Channel, Muri menceritakan bagaimana ia mampu bertahan di tengah tantangan pandemi dan persaingan yang semakin ketat, terutama di era digital.
Awalnya, Me Time Factory memfokuskan diri di sektor kerajinan kreatif, khususnya dalam menghias pot plastik menggunakan kain flanel. Sayangnya, pendekatan tersebut tidak cukup menarik minat masyarakat, sehingga Muri mengambil langkah strategis dengan mencoba menjual kaktus. Ketekunannya berbuah hasil saat ia memperluas produk menjadi tanaman berbunga dan tanaman hias daun. Respons positif dari pelanggan terasa nyata, dengan antrean yang mengular sebelum toko dibuka, dalam waktu hanya dua minggu setelah dibuka.
Satu hal yang Muri pelajari adalah ketidakstabilan penjualan tanaman berbunga, yang sangat dipengaruhi oleh musim berbunga. Oleh karena itu, ia memfokuskan usaha pada tanaman hias daun seperti aglaonema, yang memiliki permintaan yang lebih stabil. Menariknya, selama pandemi, penjualan Me Time Factory meningkat signifikan karena masyarakat mencari hobi baru di tengah pembatasan aktivitas di luar rumah.
Namun, memasuki masa pascapandemi, kondisi pasar berangsur berubah. Dengan banyaknya pelaku usaha baru yang turut menjual tanaman hias, Me Time Factory harus beradaptasi lagi. Muri lalu mereformulasi strategi bisnisnya; dari penjualan ritel, kini fokus utama adalah proyek pengadaan tanaman untuk hotel berbintang, pusat perbelanjaan, rumah pejabat, dan bahkan rumah artis. Langkah ini semakin menunjukkan bahwa inovasi dan adaptasi adalah kunci dalam bisnis tanaman hias di tengah persaingan yang ketat.