- Ria Fikri mengembangkan Ale Garden yang menghasilkan omzet Rp40 juta per bulan.
- Bonsai dianggap memiliki nilai seni tinggi dan meningkatnya ketertarikan masyarakat.
- Ria berencana mengadakan workshop untuk mengenalkan seni bonsai di Blitar.
BLITAR - Bisnis bonsai telah menjadi langkah signifikan bagi Ria Fikri, seorang pria asal Jakarta yang sebelumnya aktif di usaha tanaman hias. Dengan mengembangkan Ale Garden, Ria tidak hanya menekuni hobi, tetapi juga berhasil menciptakan peluang usaha yang menguntungkan, dengan omzet mencapai Rp40 juta setiap bulannya. Ale Garden kini dikenal sebagai destinasi pilihan bagi pencinta bonsai, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Awal perjalanan Ria ke dalam dunia bonsai berakar dari ketidakpuasan terhadap perkembangan usaha tanaman hias yang dinilai terbatas. Dalam sebuah wawancara, Ria menceritakan bagaimana pertemuannya dengan seorang mentor membawa perubahan besar dalam kariernya. “Saya mencoba kursus bonsai dan mulai mempelajari teknik-teknik dasar hampir setahun lalu. Proses belajar ini sangat menarik dan menantang bagi saya,” ungkap Ria.
Lebih dari sekadar mencari keuntungan, Ria menjelaskan bahwa kecintaannya terhadap bonsai muncul dari apresiasi terhadap seni dan keindahan tanaman tersebut. Permintaan yang terus meningkat di pasaran menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengapresiasi nilai estetika bonsai. Saat mengikuti berbagai pameran dan bazar, bonsai hasil karya Ale Garden mendapat sambutan yang positif dari pengunjung, terutama di wilayah Jakarta, menandakan bahwa minat masyarakat terhadap bonsai memang tumbuh pesat.
Dengan keberhasilan ini, Ria berharap dapat lebih mempromosikan seni bonsai di kalangan masyarakat Blitar dan sekitarnya, dan berencana mengadakan workshop untuk berbagi pengetahuan kepada para pecinta tanaman di daerah ini. Hal ini juga diharapkan bisa memperkuat komunitas pecinta bonsai di Blitar dan memberikan inspirasi bagi mereka yang ingin mencoba terjun ke dalam dunia ini.