- Ramseyna Rifano memilih untuk tetap setia pada idealisme musik meskipun harus menjadi musisi independen.
- Kualitas dan konsistensi musik lebih penting bagi Fano daripada mengikuti tren pasar.
- Fano percaya bahwa seorang musisi harus memiliki ciri khas dan identitas yang kuat.
Di tengah persaingan sengit dalam industri musik, banyak musisi merasa tertekan untuk mengikuti selera pasar agar karya mereka dapat diterima oleh khalayak luas. Namun, drummer band Hammerhead asal Blitar, Ramseyna Rifano, atau lebih akrab disapa Fano, memilih untuk tetap setia pada idealisme bermusiknya meskipun harus berjuang sebagai musisi independen. Bagi Fano, musik adalah cerminan identitas dan bukan sekadar produk hiburan yang harus terus berubah mengikuti tren.
Fano menegaskan bahwa ia tidak pernah berniat menciptakan karya untuk mengejar popularitas sesaat. Ia percaya bahwa konsistensi dan kualitas musik lebih penting daripada ketersediaan di pasar. Menurutnya, akar musiknya terletak pada genre heavy blues, rock, dan stoner rock yang telah menjadi bagian dari jiwanya selama bertahun-tahun.
Fano memiliki pandangan kuat tentang pentingnya menjaga karakter musik yang unik. Genre yang dibawakannya, meskipun tidak sepopuler musik mainstream lainnya, memiliki basis pendengar tersendiri yang menghargai kualitas dan keaslian. Musisi sejati, ucapnya, seharusnya mampu membedakan diri mereka melalui ciri khas yang dibangun dari pengalaman dan eksplorasi kreatif. Dalam era digital saat ini, di mana algoritma menjadi penentu daya tarik karya, banyak yang tergoda untuk menyesuaikan diri. Namun, Fano tetap pada jalurnya, berpendapat bahwa musik yang baik pada akhirnya akan menemukan pendengarnya dengan sendirinya.