Minggu, 16 Agustus 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum BPBD Blitar Catat 9 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan, Warga Diimbau Waspada

BPBD Blitar Catat 9 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan, Warga Diimbau Waspada

BPBD Blitar Catat 9 Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan, Warga Diimbau Waspada
Poin Penting:
  • BPBD Blitar mencatat 9 kasus kebakaran hutan dan lahan dalam kurun waktu 2 bulan.
  • Lokasi kebakaran tersebar di beberapa kecamatan, lahan tebu menjadi salah satu yang terdampak signifikan.
  • Warga diimbau untuk tidak membakar sampah sembarangan dan laporan kebakaran harus dilakukan segera.

Dalam periode Juni hingga pertengahan Agustus 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar melaporkan adanya sembilan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kejadian ini terjadi di berbagai lokasi di wilayah Blitar, termasuk lahan tebu, lahan bambu, lahan terbuka, hingga daerah pegunungan. Data dari BPBD menunjukkan bahwa lahan yang terdampak mencapai total yang signifikan, sehingga patut menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menjelaskan bahwa salah satu lokasi yang terdampak adalah Desa Ngadipuro di Kecamatan Wonotirto, di mana lahan tebu seluas sekitar 50 hektar mengalami kebakaran. Selain itu, pada 8 Agustus, Desa Kebonduren Kecamatan Ponggok juga mengalami Karhutla di kawasan Gunung Pegat dengan luas sekitar 500 meter persegi. Kejadian serupa juga dilaporkan pada 10 Agustus di Desa Bacem Kecamatan Sutojayan dan terbaru pada 11 Agustus di Desa Kandangan Kecamatan Srengat, di mana lahan terbakar mencapai 14 ribu meter persegi.

Dalam rangka mencegah kejadian serupa di masa depan, warga di daerah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan hutan dan lahan, terutama ketika cuaca sedang kering. BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di sekitar daerah yang rawan kebakaran. Penting bagi setiap individu untuk memastikan api benar-benar padam setelah menyelesaikan aktivitas yang melibatkan api, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan titik api. Tindakan preventif ini diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran yang lebih besar dan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat.

Langkah-langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan kita di Blitar. Masyarakat diminta untuk lebih proaktif dalam menjaga lingkungan serta mendukung upaya BPBD dalam penanggulangan bencana yang lebih efektif.