- DPRD menyoroti kurangnya sosialisasi layanan RSUD Mardi Waluyo sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
- Kualitas pelayanan RSUD Mardi Waluyo telah meningkat dan sebanding dengan rumah sakit swasta.
- Perlu edukasi yang jelas mengenai layanan yang ditawarkan agar masyarakat dapat memahami dengan baik.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar mengungkapkan keprihatinan atas minimnya sosialisasi mengenai layanan yang tersedia di RSUD Mardi Waluyo. Nuhan Eko Wahyudi, juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD, menilai bahwa citra RSUD Mardi Waluyo sering kali dibandingkan dengan pelayanan yang ada di rumah sakit swasta, yang mengakibatkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan di rumah sakit tersebut telah mengalami peningkatan yang signifikan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Nuhan mendorong Pemerintah Kota Blitar beserta pihak RSUD Mardi Waluyo untuk lebih agresif dalam melakukan sosialisasi. Edukasi yang tepat mengenai layanan yang ditawarkan, seperti penjelasan tentang penyakit apa saja yang ditanggung oleh BPJS, diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi merasa bingung atau memiliki anggapan yang salah mengenai fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit pemerintah.
Nuhan percaya bahwa dengan adanya peningkatan mutu layanan serta upaya sosialisasi yang lebih gencar, kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Mardi Waluyo akan meningkat. Harapannya, masyarakat akan lebih memilih untuk memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit pemerintah ini, yang pada gilirannya turut mendukung upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Blitar.