Minggu, 21 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Pemerintahan Direktur Utama Taspen: 65 Persen Pensiunan ASN Masih Mengandalkan Layanan Manual

Direktur Utama Taspen: 65 Persen Pensiunan ASN Masih Mengandalkan Layanan Manual

Direktur Utama Taspen: 65 Persen Pensiunan ASN Masih Mengandalkan Layanan Manual
Poin Penting:
  • 65 persen pensiunan ASN masih memilih layanan manual dibandingkan digital.
  • PT Taspen telah menyediakan berbagai fasilitas pelayanan digital dengan tingkat adopsi yang rendah.
  • Roni mengajak masyarakat untuk beralih ke layanan digital demi kemudahan dan efisiensi.

Dalam suatu rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Direktur Utama PT Taspen (Persero) Roni memaparkan kondisi terkini layanan bagi pensiunan aparatur sipil negara (ASN). Meski PT Taspen telah mengimplementasikan beragam inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi, data terbaru menunjukkan bahwa 65 persen dari total 3,1 juta penerima pensiun masih memilih mengurus administrasi melalui layanan manual di kantor cabang.

Roni menjelaskan bahwa saat ini Taspen melayani sekitar 7,89 juta peserta, terdiri dari 4,7 juta peserta aktif dan 3,1 juta penerima pensiun. Perusahaan ini juga telah menyediakan infrastruktur yang cukup kuat, termasuk 57 kantor cabang, 17 ribu titik layanan, dan kolaborasi dengan 44 mitra bayar. Selain itu, Taspen telah melakukan upaya untuk mempercepat proses pelayanan melalui berbagai fitur, seperti Taspen One Hour Online Service dan layanan klaim otomatis.

Meskipun terdapat berbagai fasilitas digital, pemanfaatannya tergolong rendah. Hanya sekitar 35 persen peserta yang memanfaatkan metode digital untuk pengajuan klaim pensiun, sementara sebagian besar peserta masih lebih nyaman menggunakan cara tradisional. Keberadaan layanan autentifikasi juga menunjukkan tren serupa, dengan hanya 58 persen penerima pensiun yang memanfaatkan metode digital.

Roni berharap agar masyarakat, terutama di wilayah Blitar, dapat mulai beralih kepada layanan digital yang lebih efisien. Ia menegaskan bahwa transformasi digital ini bertujuan untuk mempermudah akses dan mempercepat pelayanan bagi para pensiunan, yang sering kali membutuhkan kemudahan dalam mengurus administrasi mereka.