- Kuota sekolah negeri di Kota Blitar kembali tidak terpenuhi pada tahun 2026.
- Faktor penyebabnya meliputi persaingan dengan sekolah swasta dan regulasi yang membatasi sekolah negeri.
- Kondisi geografis dan perlunya inovasi dari sekolah negeri menjadi sorotan dalam menarik pendaftar.
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Blitar untuk tahun 2026 kembali menunjukkan adanya ketidakpuasan dalam hal pemenuhan kuota di berbagai sekolah negeri. Kejadian ini menjadi perhatian khusus bagi Dewan Pendidikan Kota Blitar yang mencatat fenomena ini bukanlah hal baru, melainkan sebuah masalah berulang yang membutuhkan perhatian serius. Ketua Dewan Pendidikan Kota Blitar, Damanhuri, menambahkan bahwa rendahnya minat masyarakat bukan satu-satunya penyebab, melainkan banyak faktor yang saling terkait, termasuk terbatasnya jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) dan semakin ketatnya persaingan dengan sekolah swasta.
Dalam penjelasannya, Damanhuri menyatakan bahwa perkembangan jumlah lulusan TK yang tidak seimbang dengan kapasitas daya tampung sekolah negeri mengakibatkan sejumlah sekolah mengalami kesulitan dalam memenuhi target pendaftaran. Di sisi lain, sekolah-sekolah swasta, termasuk Sekolah Dasar Islam (SDI) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), justru mencatatkan peningkatan signifikan dalam pendaftaran, yang sering kali mengisi kuota mereka sepenuhnya.
Menurut Damanhuri, salah satu kekuatan dari sekolah swasta adalah kemampuan mereka untuk mengadaptasi program pendidikan dan inovasi dengan lebih fleksibel. Hal ini memungkinkan mereka untuk membuat program yang lebih menarik bagi masyarakat, di mana sekolah negeri terhadapkan pada regulasi yang cukup ketat yang membatasi kreativitas dalam menghadirkan program-program baru yang menarik bagi calon siswa dan orang tua mereka.
Tak hanya faktor regulasi, kondisi geografis juga berkontribusi pada penurunan jumlah pendaftar di sekolah-sekolah negeri. Contohnya, SDN 3 Sukorejo yang terletak berdekatan dengan berbagai institusi pendidikan lainnya, menciptakan kondisi kompetitif yang tinggi. Damanhuri menggarisbawahi pentingnya upaya proaktif dari kepala sekolah dan guru dalam mengenalkan sekolah kepada masyarakat, guna menarik perhatian lebih banyak calon pendaftar di sekolah negeri. Oleh karena itu, hasil dari monitoring dan evaluasi (Monev) akan disampaikan kepada Dinas Pendidikan untuk merancang langkah-langkah perbaikan ke depan.