Kamis, 30 Juli 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi BRIvolution Reignite: Strategi BRI untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan di Blitar

BRIvolution Reignite: Strategi BRI untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan di Blitar

BRIvolution Reignite: Strategi BRI untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan di Blitar
Poin Penting:
  • BRIvolution Reignite memperkuat daya saing BRI dan mendukung ekonomi kerakyatan.
  • Transformasi dibangun atas dua pilar utama untuk memperkuat bisnis dan pembiayaan.
  • Kinerja positif BRI Group menunjukkan pertumbuhan aset dan laba yang signifikan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai BRI, kini tengah menempuh langkah signifikan dalam transformasi korporatnya melalui inisiatif yang bernama BRIvolution Reignite. Program ini bertujuan untuk memperkuat fondasi daya saing BRI, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan fokus pada sektor produktif, BRI berkomitmen untuk memberikan pembiayaan yang akan mendukung program-program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa BRIvolution Reignite akan mengintegrasikan berbagai aspek dari bisnis BRI untuk menghadirkan manfaat yang lebih baik dan berkelanjutan. Transformasi ini bukan hanya tentang keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga tentang bagaimana BRI bisa berkontribusi secara langsung kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Dalam konteks Blitar, program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM yang seringkali menghadapi tantangan dalam akses pembiayaan.

Transformasi BRIvolution Reignite didasarkan pada dua pilar utama yang merupakan strategi utama dalam memperkuat kinerja perusahaan. Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, bertujuan meningkatkan struktur pendanaan dengan memaksimalkan dana murah (CASA) serta meningkatkan kapabilitas transaction banking. Sementara itu, pilar kedua yang bertajuk Revamp Existing Core and Build New Core berfokus pada penguatan bisnis kredit mikro dan pengembangan layanan perbankan konsumen.

Hasil dari penerapan transformasi ini dapat dilihat pada kinerja keuangan BRI Group yang menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp2.250 triliun. Di samping itu, kredit dan pembiayaan juga meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, dengan laba bersih konsolidasian mencapai Rp15,5 triliun. Dengan hasil ini, BRI menunjukkan tidak hanya komitmennya kepada para pemegang saham, tetapi juga kepada masyarakat, yang menjadi prioritas utama dalam setiap langkah bisnisnya.