- Mitsubishi Pajero Sport masih menggunakan mesin diesel 4N15 yang telah beredar selama lebih dari 10 tahun.
- Jetour T2 menawarkan versi PHEV yang dapat menempuh jarak hingga 160 kilometer hanya dengan tenaga listrik.
- Perbedaan harga signifikan antara model PHEV dan bensin menjadi pertimbangan dalam memilih kendaraan.
JAKARTA - Dalam dinamika industri otomotif di tanah air, perbandingan antara Mitsubishi Pajero Sport dan Jetour T2 menarik untuk dicermati. Meskipun Pajero Sport Hybrid telah ramai dibicarakan, presentasi terbaru menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi sesungguhnya muncul dari Jetour T2 versi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle). Dalam pengujian yang dilakukan, Pajero Sport Dakar masih mengandalkan mesin diesel 4N15 yang telah menjadi andalan Mitsubishi selama satu dekade.
Jetour T2, di sisi lain, menggunakan mesin bensin turbo berkapasitas 2.0 liter yang menunjukkan karakter mesin yang berbeda. Masyarakat Blitar tentu perlu memperhatikan perbedaan ini, terutama ketika mempertimbangkan kenyamanan dan fitur kendaraan. Kendaraan Jetour T2 ini juga diketahui bukan varian tertinggi, karena di luar Indonesia tersedia opsi PHEV yang dapat melakukan pengisian daya dan dapat menempuh jarak hingga 160 kilometer tanpa perlu mengandalkan bahan bakar.
Dalam sebuah video perbandingan, harga varian Jetour T2 PHEV disebut mencapai sekitar Rp838 juta, yang lebih mahal sekitar Rp200 juta dibandingkan model 2.0 bensin. Ini menjadi pertimbangan penting bagi konsumen, terutama dalam konteks biaya operasional jangka panjang yang mencakup bahan bakar, pajak, serta biaya servis.
Keunggulan utama dari versi PHEV adalah performanya yang superior berkat teknologi plug-in hybrid, memberikan tenaga yang lebih besar ketimbang varian bensin yang diuji. Meskipun Pajero Sport tetap menjadi pilihan yang solid dengan mesin diesel yang telah teruji, masyarakat Blitar dihadapkan pada pilihan antara tradisi dan inovasi di pasar otomotif saat ini.