- Mutasi 146 personel Polri diumumkan lewat Surat Telegram Kapolri sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
- Brigjen Pol Untung Widyatmoko dilantik sebagai Kadiv Hubinter, yang bertugas meningkatkan kerjasama internasional.
- Empat polisi wanita mendapatkan promosi jabatan, menegaskan komitmen Polri terhadap pemberdayaan peran wanita.
Pada tanggal 31 Juli 2026, Kapolri mengeluarkan Surat Telegram (ST) yang mengatur mutasi terhadap 146 personel Polri, dalam rangka penyegaran organisasi dan regenerasi kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 105 personel mendapatkan promosi jabatan atau pergeseran setara, sementara beberapa lainnya juga mengalami pergeseran jabatan. Melalui mutasi ini, kepolisian berupaya untuk memaksimalkan kontribusi setiap anggota sesuai dengan kebutuhan institusi dan meningkatkan efektivitas dalam pelaksanaan tugasnya.
Salah satu penunjukan yang paling mencolok dalam mutasi kali ini adalah Brigjen Pol Untung Widyatmoko yang dilantik sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri. Jabatan ini sangat strategis, mengingat peran Divisi Hubinter dalam memastikan koordinasi serta kerja sama internasional yang baik. Dengan adanya pemimpin baru yang berpengalaman di bidangnya, diharapkan Divisi Hubinter dapat melakukan inovasi dan memperkuat hubungan dengan lembaga kepolisian di negara-negara lain.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Jonny Edison Isir, menegaskan bahwa mutasi dan rotasi adalah bagian dari dinamika organisasi yang wajar dan perlu untuk meningkatkan kinerja institusi. Selain itu, ada empat polisi wanita yang juga dipromosikan, menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung peran dan pemberdayaan wanita dalam kepolisian. Dengan rotasi ini, Polri berharap dapat menghadapi tantangan yang ada dengan lebih baik dan menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih responsif melalui pengaturan pejabat yang tepat.
Secara keseluruhan, langkah mutasi ini diharapkan dapat membawa angin segar dan memperkuat posisi Polri, terutama dalam meningkatkan efektivitas koordinasi serta menjawab harapan masyarakat akan institusi yang lebih responsif terhadap kebutuhan keamanan dan ketertiban di tanah air, termasuk di Blitar. Mutasi ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi juga bagian dari strategi untuk menyiapkan Polri menghadapi tantangan di masa depan secara optimal.