- BPS Kota Blitar menggunakan sistem digital untuk pengawasan Sensus Ekonomi 2026.
- Terdapat 119 petugas yang terlibat dalam pendataan, dilengkapi dengan identitas resmi.
- Data sensus akan menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan dan kebijakan daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar telah meluncurkan sistem pengawasan berbasis digital guna memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Inovasi ini bertujuan untuk memantau secara real-time pergerakan tim petugas yang terjun ke lapangan. Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap langkah petugas dalam mengumpulkan data dapat terawasi dengan baik, menjaga kualitas dan akurasi informasi yang dihimpun.
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito, menegaskan pentingnya pengawasan dalam menjaga integritas data sensus. "Pengawasan yang ketat ini juga untuk memastikan bahwa setiap petugas melaksanakan tugas mereka sesuai dengan wilayah yang telah ditentukan," ujarnya. Dalam pelaksanaan sensus kali ini, BPS menurunkan 119 petugas lapangan yang terdiri dari 104 petugas pencacah dan 15 pengawas, serta 24 petugas organik khusus untuk pendataan usaha menengah dan besar.
Para petugas yang ditempatkan di lapangan dilengkapi dengan identitas resmi, seperti rompi, surat tugas, dan kartu pengenal yang memiliki kode batang (barcode). Masyarakat pun diimbau untuk mengecek identitas petugas jika merasa ragu akan keaslian informasi yang diberikan. "Kami berharap masyarakat dapat dengan mudah mengecek identitas petugas melalui barcode yang ada, sehingga tidak ada keraguan saat mereka datang untuk melakukan pendataan," tambah Hanung.
Sensus ini bukan sekadar kegiatan statistik, tetapi juga merupakan fondasi bagi pengambilan keputusan di bidang pembangunan dan perencanaan usaha di daerah. Hanung berharap, keterlibatan masyarakat dalam memberikan data yang akurat akan berpengaruh positif pada kebijakan yang dihasilkan. "Semakin akurat data yang kami kumpulkan, semakin tepat pula kebijakan yang akan disusun untuk kemajuan Blitar," tutupnya.