- Bazar Blitar Djadoel 2026 menyerap anggaran Rp350 juta, lebih rendah dibandingkan tahun lalu.
- Omzet rata-rata per pedagang mencapai Rp5 juta per hari dengan partisipasi lebih dari 519 UMKM.
- Pemerintah Kota Blitar berkomitmen untuk mengangkat potensi UMKM dan menggelar kembali bazar di tahun mendatang.
Kegiatan Bazar Blitar Djadoel 2026 telah berlangsung dengan menggandeng anggaran sebesar Rp350 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Blitar. Hal ini disampaikan oleh Tri Iman Prasetyono, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Blitar, saat konferensi pers yang diadakan untuk mengevaluasi acara tersebut.
Tri Iman mengungkapkan bahwa jumlah anggaran tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp600 juta. Meskipun demikian, hasil pencapaian dari bazar ini menunjukkan tren positif. Omzet harian per pedagang meningkat rata-rata mencapai Rp5 juta, melibatkan lebih dari 519 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang turut berpartisipasi dan menjadikan acara lebih hidup.
Anggaran yang dialokasikan tersebut digunakan untuk berbagai keperluan teknis guna memastikan kelancaran acara, mulai dari persiapan awal, pendirian tenda untuk pedagang, hingga pembangunan panggung dan pengadaan fasilitas kebersihan, termasuk tempat sampah. Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Blitar dalam mengangkat potensi UMKM dan menciptakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan bagi masyarakat.
Bazar Blitar Djadoel menjadi agenda rutin yang tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga menghidupkan nuansa budaya Blitar tempo dulu. Tri Iman menegaskan bahwa jumlah pengunjung dan transaksi UMKM pada tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan kesuksesan yang diraih, pihaknya memastikan bahwa Bazar Blitar Djadoel akan kembali digelar tahun depan, memberikan harapan bagi para pelaku usaha untuk terus berkembang.