Selasa, 15 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Ekonomi Bank Indonesia Tingkatkan Cadangan Emas hingga 2 Ton di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Bank Indonesia Tingkatkan Cadangan Emas hingga 2 Ton di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Bank Indonesia Tingkatkan Cadangan Emas hingga 2 Ton di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Poin Penting:
  • Bank Indonesia menambah cadangan emasnya sebanyak 2 ton di tengah ketidakpastian ekonomi global.
  • Permintaan emas global meningkat, dengan total permintaan pada kuartal pertama 2026 mencapai 1.231 ton.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia saat ini tercatat 146,2 miliar dolar AS, meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

JAKARTA - Dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, Bank Indonesia telah mengumumkan penambahan cadangan emas sebanyak 2 ton. Langkah ini sejalan dengan kecenderungan peningkatan pembelian emas oleh bank sentral di seluruh dunia di tengah ketidakpastian yang menyelimuti ekonomi dan keuangan global.

Berdasarkan laporan dari World Gold Council, bank sentral global telah menambah cadangan emas sekitar 244 ton pada kuartal pertama 2026. Ini menunjukkan bahwa permintaan akan emas dari bank sentral tetap kuat, meskipun beberapa di antaranya memilih untuk menjual sebagian stok emas mereka. Menariknya, Bank Indonesia termasuk dalam kelompok bank sentral yang mengambil langkah strategis dengan menambah cadangan emasnya.

Dalam konteks ini, emas tidak hanya berfungsi sebagai aset penyimpan nilai tetapi juga merupakan elemen kunci dalam pengelolaan cadangan devisa. Pada kuartal pertama 2026, total permintaan emas global tercatat mencapai 1.231 ton, meningkat dari 1.205 ton pada periode sebelumnya. Ini mencerminkan bahwa pasar emas masih menarik bagi banyak negara meskipun ada perubahan yang terjadi secara dinamis.

Merujuk pada data yang ada, posisi cadangan devisa Indonesia kini tercatat sebesar 146,2 miliar dolar Amerika, mengalami penurunan 1,3 persen dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 148,2 miliar dolar AS. Hal ini menandakan bahwa meskipun terjadi penurunan, posisi cadangan devisa saat ini tetap berada pada level yang relatif solid, memberikan kepercayaan bagi masyarakat Blitar dan seluruh Indonesia.