- Warga menanam pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak.
- Aksi ini merupakan kejadian kedua setelah protes serupa pada bulan April 2026.
- Kepala Desa mengkonfirmasi adanya perhatian dari Dinas PUPR terhadap masalah infrastruktur ini.
Di tengah kondisi jalan yang semakin memburuk, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, mengekspresikan kekecewaan mereka dengan cara yang unik. Mereka memilih untuk menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes atas janji perbaikan yang belum terealisasi. Aksi ini merupakan kejadian kedua, setelah sebelumnya pada bulan April 2026, masyarakat melakukan hal serupa. Keberanian mereka untuk menggunakan cara ini menunjukkan betapa seriusnya keluhan akan infrastruktur yang tidak memadai di daerah tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa puluhan pohon pisang telah ditanam di sepanjang Jalan Raya Desa Karangrejo. Jalan tersebut memiliki kondisi yang memprihatinkan, dengan aspal yang rusak dan beberapa titik yang berlubang. Meskipun telah ada pohon pisang yang menghias jalan, pengguna jalan lainnya seperti truk dan kendaraan warga masih dapat melintas, meski dengan hati-hati. Salah seorang warga, RD, menjelaskan bahwa mereka kecewa dengan ketidakpastian perbaikan jalan yang telah dijanjikan sejak Juli.
Kepala Desa Karangrejo, Imam Rohadi, mengkonfirmasi bahwa aksi ini memang sudah dilakukan untuk kedua kalinya. Dalam keterangan persnya, Imam menjelaskan otoritas dapat menampung suara warga dan merespons secara positif dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar. Hal ini menunjukkan bahwa suatu perubahan mungkin akan segera terjadi dalam upaya untuk meningkatkan kualitas jalan di wilayah tersebut.
Aksi yang dilakukan oleh warga Karangrejo ini tidak hanya menyoroti masalah infrastruktur, tetapi juga menekankan perlunya dialog yang lebih interaktif antara pemerintah dan masyarakat. Program perbaikan jalan yang lebih transparan diharapkan dapat segera terwujud, demi kenyamanan dan keselamatan pengendara serta warga setempat.