Kamis, 25 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Olahraga Veda Ega Pratama Jadi Sorotan: Kontroversi Brian Uriarte Dalam Balapan Moto3

Veda Ega Pratama Jadi Sorotan: Kontroversi Brian Uriarte Dalam Balapan Moto3

Veda Ega Pratama Jadi Sorotan: Kontroversi Brian Uriarte Dalam Balapan Moto3
Poin Penting:
  • Veda Ega Pratama terlibat dalam kontroversi terkait tindakan Brian Uriarte di Moto3.
  • Dugaan provokasi dari Uriarte dianggap mengganggu konsentrasi Veda saat balapan.
  • Belum ada keputusan resmi mengenai pelanggaran regulasi dari tindakan tersebut.

Jakarta - Kabar mengenai pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mengemuka di tengah situasi panas di dunia balap motor, khususnya setelah terjadinya insiden yang melibatkan pembalap asal Spanyol, Brian Uriarte, di ajang Moto3. Kontroversi ini mencuat menyusul dugaan aksi tidak sportif yang dilakukan oleh Uriarte, yang dituding mengganggu konsentrasi Veda saat perlombaan.

Momen misterius itu terjadi saat Veda, yang mewakili Astra Honda Racing Team, sedang meraih performa terbaiknya dan berusaha untuk mengejar posisi terdepan. Dalam usaha tersebut, ia hendak melakukan manuver overtaking ketika Uriarte tampak menoleh dan melakukan gerakan yang dipandang sebagai provokasi. Video kejadian tersebut beredar luas di media sosial dan memicu reaksi beragam dari para penggemar balap. Banyak di antara mereka yang menganggap tindakan Uriarte tidak sesuai dengan prinsip sportivitas yang dijunjung tinggi di arena balap internasional.

Konsentrasi yang utuh merupakan kunci sukses dalam balapan, dan gangguan sekecil apapun dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi pembalap itu sendiri tetapi juga bagi keselamatan para peserta lainnya. Sejumlah pendukung Veda menilai bahwa gerakan Uriarte berpotensi merusak fokus Veda, yang sudah tampil dengan luar biasa di lintasan. Walau demikian, penting untuk dicatat bahwa sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari lembaga penyelenggara yang menyatakan bahwa Uriarte melanggar peraturan.

Di dalam regulasi Federasi Internasional Balap Motor (FIM), tidak ada klausul yang secara tegas melarang tindakan provokasi melalui gestur tubuh saat balapan berlangsung. Hal ini menyisakan pertanyaan mengenai apakah tindakan Uriarte akan diusut lebih lanjut mengingat dampaknya yang dapat berpengaruh pada reputasi dan peringkat Veda di klasemen. Masyarakat Blitar tentunya berharap agar Veda dapat tetap fokus dan bersaing secara fair, membawa nama baik Indonesia di kancah balap dunia.