- BYD M6 Classic mampu menempuh 42 km hanya menggunakan tenaga listrik.
- Konsumsi bahan bakar mencapai 19,55 km/liter dalam mode hybrid tanpa pengisian baterai.
- Dibekali dengan charger portable, mobil ini memungkinkan pengisian ulang di rumah.
BLITAR - Inovasi dalam dunia otomotif semakin berkembang, salah satunya melalui kendaraan plug-in hybrid, BYD M6 Classic. Mobil ini telah diuji untuk mengevaluasi konsumsi energinya dalam penggunaan sehari-hari. Dengan kapasitas tujuh penumpang, BYD M6 Classic menawarkan kenyamanan sekaligus efisiensi, yang menjadi perhatian penting bagi masyarakat Blitar yang peduli terhadap lingkungan.
Dalam uji coba yang dilakukan di Klaten, mobil ini berhasil menempuh sekitar 42 kilometer hanya dengan mengandalkan tenaga listrik sebelum beralih ke mesin bensin. Pengujian menunjukkan bahwa ketika dioperasikan dalam mode hybrid tanpa pengisian daya baterai, konsumsi bahan bakar tercatat sekitar 19,55 km/liter. Angka ini merupakan indikator positif bagi pengguna yang menginginkan kendaraan dengan efisiensi tinggi dalam perjalanan sehari-hari, seperti menjemput anak dari sekolah atau beraktivitas di pusat kebugaran.
Dibanderol dengan harga sekitar Rp298 juta untuk varian Classic dan Rp318 juta untuk varian Dynamic, BYD M6 Classic juga menjadi pilihan yang ekonomis, terutama dengan kemampuan untuk mengisi ulang baterai dari sumber listrik rumah. Kapasitas baterai 7 kWh memungkinkan pengisian menggunakan charger portable yang disediakan. Hal ini menjadikan BYD M6 Classic sebagai kendaraan yang praktis dan dapat diandalkan, terutama bagi warga Blitar yang memiliki mobilitas tinggi.
Pengujian juga dilanjutkan dengan perjalanan ke Yogyakarta, yang menambah validitas pengukuran efisiensi bahan bakar. Pada awal perjalanan, konsumsi tercatat sekitar 1 liter untuk 16 kilometer, kemudian berkembang hingga mencapai 16,6 km/liter setelah menempuh 68 kilometer. Ini mencerminkan performa yang kompetitif, memberikan gambaran bahwa kendaraan ini dapat menjadi solusi transportasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat modern, terutama dalam konteks Blitar yang terus berkembang.