- Seorang pekerja bangunan di Sukorejo, Blitar, tewas akibat dugaan kesetrum listrik saat bekerja.
- Insiden ini menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja di proyek konstruksi.
- Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan.
Kota Blitar berduka setelah insiden tragis terjadi di Kecamatan Sukorejo, di mana seorang pekerja bangunan berinisial HA (40) meninggal dunia akibat dugaan sengatan listrik pada Rabu (29/7). Korban yang merupakan warga Desa Kalipucung, Kabupaten Blitar, ditemukan tergeletak setelah diduga menyentuh kabel listrik yang masih bertegangan saat menjalankan tugasnya memplester tembok di sebuah proyek konstruksi.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi semua pelaku industri konstruksi mengenai penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Menurut informasi yang didapat, saat korban melaksanakan pekerjaannya, ia tanpa sengaja menyentuh kabel yang memicu kecelakaan tersebut. Warga setempat yang mengetahui situasi tidak menunggu lama untuk memberikan pertolongan, segera membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar untuk mendapatkan perawatan medis.
Sayangnya, meski telah mendapatkan penanganan cepat, nyawa HA tidak dapat diselamatkan. Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan kerja yang menimpa korban. Peristiwa ini mengingatkan kita semua tentang pentingnya memastikan lingkungan kerja yang aman bagi setiap pekerja, terutama di sektor konstruksi yang memiliki risiko tinggi.
Pihak berwenang mengimbau proyek-proyek konstruksi di wilayah Blitar untuk lebih meningkatkan kesadaran akan keselamatan kerja, agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.