Jumat, 11 September 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Hukum & Kriminal Tragedi di Selopuro: Sopir Pikap Tewas Setelah Terjun ke Sungai

Tragedi di Selopuro: Sopir Pikap Tewas Setelah Terjun ke Sungai

Tragedi di Selopuro: Sopir Pikap Tewas Setelah Terjun ke Sungai
Poin Penting:
  • Seorang sopir berusia 64 tahun tewas setelah pikap yang dikemudikannya terjun ke sungai.
  • Kecelakaan terjadi di jalan menurun dan berbelok di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro.
  • Kerugian material akibat kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp 4 juta.

Kecelakaan tragis terjadi di kawasan Kabupaten Blitar pada Kamis (20/8) pagi, yang melibatkan sebuah mobil pikap Mitsubishi L300. Kecelakaan ini berujung pada kematian sopir berinisial S, 64 tahun, warga Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro. Insiden tersebut terjadi di sebuah jalan menurun dan berbelok di mana kendaraan yang dikemudikan oleh korban kehilangan kendali, menghantam pembatas jalan, sebelum akhirnya terperosok ke dalam sungai. 

Menurut informasi dari pihak kepolisian, kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di tikungan sebelah barat Sungai Jari. Sopir mengalami luka parah akibat benturan yang menyebabkan ia tidak dapat diselamatkan meskipun sudah dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis. Kejadian ini menyentuh hati masyarakat setempat, karena korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik di lingkungan sekitar.

Petugas dari Polsek Selopuro, bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Blitar dan dibantu oleh warga setempat, segera melakukan tindakan evakuasi setelah mendapat laporan. Melalui hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi, diketahui bahwa kendaraan melaju dari arah barat menuju timur dan tidak dapat dikendalikan saat memasuki jalur yang berisiko. Pada saat itu, kecelakaan ini menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 4 juta, ditambah duka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas di Desa Mronjo.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama di jalur-jalur yang memiliki kontur berbahaya. Masyarakat Blitar pun diharapkan lebih waspada, baik sebagai pengemudi maupun sebagai pejalan kaki, untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.