- Seorang petani tebu meninggal diduga karena kelelahan setelah bekerja.
- Korban beristirahat di pinggir jalan sebelum terjatuh dan dinyatakan meninggal.
- Insiden ini menggarisbawahi pentingnya perhatian pada keselamatan dan kesehatan petani.
Sebuah peristiwa duka menimpa komunitas pertanian tebu di Blitar, ketika seorang petani berusia 58 tahun, yang dikenal dengan inisial B, meninggal dunia di pinggir jalan umum Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo, pada Rabu sore (12/8). Kejadian tragis ini diduga disebabkan oleh kelelahan setelah bekerja keras menebang tebu. Korban, yang merupakan warga dari Dusun/Desa Salamrejo, Kecamatan Binangun, ditemukan tidak bernyawa di lokasi kejadian oleh pengendara lain yang melintas.
Sebelum insiden tersebut, B bersama enam rekan petaninya telah menyelesaikan pekerjaan di wilayah Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan. Dalam perjalanan pulang, korban tiba-tiba memutuskan untuk berhenti sejenak di pinggir jalan. Menurut penuturan Aiptu Muheni, saat itu B beristirahat dengan cara meneguk air putih yang dibawanya dari rumah. Tragisnya, tak lama setelah itu, korban secara mendadak terjatuh, dan ketika dibantu oleh warga sekitar, sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Ketika warga berupaya memberikan pertolongan, mereka memastikan untuk melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Panggungrejo segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan terhadap jenazah korban. Kejadian ini memberikan gambaran nyata akan risiko kerja keras yang dialami para petani, dan menjadi pengingat penting tentang perlunya perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan di sektor pertanian, yang merupakan mata pencaharian utama bagi banyak warga Blitar.