- BPBD Tulungagung mendistribusikan dua tangki air bersih ke Desa Sukoharjo akibat kekeringan.
- Desa Sukoharjo meminta bantuan air bersih untuk pertama kalinya setelah beberapa tahun.
- Sekitar 11 desa di Tulungagung terdampak kekeringan, dengan total 3.000 jiwa terpengaruh.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mengambil langkah sigap dengan melakukan distribusi air bersih ke Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung, pada hari Senin, 28 September 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas permintaan dari Pemerintah Desa setempat menyusul terjadinya bencana kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Teguh Abianto, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, menjelaskan bahwa dua tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter telah dikirimkan ke desa tersebut. Ini merupakan permintaan air bersih pertama yang diajukan oleh Desa Sukoharjo dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan bahwa kondisi kekeringan yang terjadi saat ini cukup ekstrem dan telah mempengaruhi kebutuhan dasar masyarakat.
Lebih lanjut, Teguh menyampaikan bahwa hingga saat ini, terdapat total 11 desa di Kabupaten Tulungagung yang juga layak menerima bantuan air bersih akibat dampak dari kekeringan. Di antara desa-desa tersebut, Desa Picisan Sendang menjadi salah satu yang telah mengajukan permohonan bantuan serupa, dan bantuan tersebut berhasil dikaver oleh Baznas Tulungagung.
Dampak dari kekeringan ini cukup serius, dengan sekitar 3.000 jiwa di beberapa desa terdampak. Hal ini menegaskan perlunya perhatian lebih dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi kemanusiaan, untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih di musim yang sulit ini.