- Seorang pria berusia 55 tahun meninggal dunia setelah tertabrak kereta api di Kecamatan Garum.
- Insiden tersebut terjadi di jalur kereta api KM 117+9 pada pukul 05.01 WIB.
- Penyebab mengapa korban berada di rel diduga terkait dengan masalah kesehatan mental.
Sebuah peristiwa memilukan menimpa warga Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, ketika seorang pria berusia 55 tahun, yang diidentifikasi sebagai MS, kehilangan nyawanya setelah tertabrak Kereta Api (KA) Majapahit di jalur rel kereta api pada Selasa, 2 September 2023. Kejadian tragis ini terjadi di perlintasan rel kereta api KM 117+9, Desa Pojok, sekitar pukul 05.01 WIB, dan langsung mengejutkan masyarakat di sekitar lokasi.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Syaiful Muheni, informasi mengenai insiden ini diungkapkan oleh masinis KA Majapahit yang sedang melintas di sekor Blitar-Malang. Masinis, yang dikenal dengan inisial W, melaporkan kepada petugas Stasiun KA Garum bahwa ia telah menabrak seseorang di lokasi kejadian. Menanggapi laporan itu, petugas stasiun dengan cepat melakukan pengecekan dan melanjutkan informasi tersebut kepada Polsek Garum untuk penanganan lebih lanjut.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Garum segera bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan Tim Unit Inafis Polres Blitar. Mereka mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti terkait insiden yang mengenaskan ini. Korban, yang merupakan warga Jalan Sakura, Kelurahan Kepanjenkidul di Kota Blitar, diduga mengalami kondisi depresi, yang mungkin menjadi penyebab mengapa ia berada di jalur rel kereta api pada saat insiden terjadi.
Peristiwa ini mengajak kita untuk lebih memperhatikan kesehatan mental, terutama di tengah situasi yang penuh tantangan. Kami, sebagai bagian dari komunitas Blitar, turut berduka cita atas kehilangan ini dan berharap agar pihak terkait memberikan dukungan yang diperlukan kepada keluarga korban serta meningkatkan keselamatan di area perlintasan kereta api.