Minggu, 21 Juni 2026
SB
SuaraBlitar
Portal Berita Terkini Blitar, Wisata, Kuliner, Hukum, dan Informasi Publik seputar Blitar.
Beranda Umum Tiga Pengungsi Rohingya di Blitar dan Tulungagung Tunggu Kebijakan Internasional

Tiga Pengungsi Rohingya di Blitar dan Tulungagung Tunggu Kebijakan Internasional

Tiga Pengungsi Rohingya di Blitar dan Tulungagung Tunggu Kebijakan Internasional
Poin Penting:
  • Tiga pengungsi Rohingya di Blitar dan Tulungagung masih menunggu kebijakan dari negara asing.
  • Mereka mendapatkan perlindungan dari UNHCR dan pemerintah daerah, namun tidak memiliki status resmi.
  • Perkawinan mereka dengan warga lokal tidak tercatat secara legal karena kurangnya izin tinggal.

Hingga saat ini, tiga pengungsi Rohingya masih bertahan di Blitar dan Tulungagung, menantikan kebijakan dari negara-negara asing terkait status mereka. Raden Vidiandra, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan di Kantor Imigrasi Kelas 2 Non TPI Blitar, mengkonfirmasi bahwa pengungsi tersebut teridentifikasi dan memiliki lokasi yang jelas dalam wilayah kerja imigrasi setempat.

Satu pengungsi diketahui berada di Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, sementara dua lainnya tinggal di Ngunut dan Besuki, Kabupaten Tulungagung. Ketiga individu ini berasal dari Myanmar dan merupakan bagian dari kelompok pengungsi Rohingya, yang dikenal memiliki sejarah panjang pencarian perlindungan.

Vidiandra menjelaskan bahwa mereka mendapatkan perlindungan dari UNHCR dan pemerintah daerah. Saat ini, ketiga pengungsi tersebut tengah menunggu pemindahan ke negara ketiga, namun situasi menjadi lebih sulit akibat kurangnya kebijakan dari pemerintah Australia untuk menerima pengungsi baru. Meski telah tinggal dalam waktu yang cukup lama, para pengungsi ini tidak memiliki izin tinggal resmi yang menyebabkan status perkawinan mereka dengan warga lokal tidak terdaftar secara legal.

Meskipun mereka telah berinteraksi dan bahkan membina hubungan dengan perempuan setempat, proses untuk mendapatkan status Warga Negara Indonesia (WNI) tidaklah sederhana dan memerlukan waktu yang sangat panjang. Keberadaan mereka di sini menggambarkan tantangan yang harus dihadapi oleh pengungsi yang berharap akan ada solusi untuk masa depan yang lebih baik.