- Pengolahan lahan cabai menjadi faktor penentu kesuksesan budidaya.
- Ivan Choirul Anam berhasil mempertahankan hasil panen meskipun di tengah cuaca ekstrem.
- Pentingnya pemahaman tentang sanitasi dan struktur tanah untuk mencegah penyakit pada tanaman.
BLITAR - Pengolahan lahan cabai di Blitar kini menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan keberhasilan budidaya pertanian lokal. Ivan Choirul Anam, seorang petani milenial berusia 20 tahun dari Desa Donorejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, telah membuktikan bahwa pengolahan lahan yang baik jauh lebih efektif daripada sekadar mengandalkan pestisida ketika tanaman mulai diserang penyakit. Ivan telah menunjukkan bahwa dengan perhatian khusus pada kondisi lahan sebelum menanam, produktivitas tanaman cabai dapat dipertahankan meskipun di tengah cuaca ekstrem.
Ivan mengungkapkan bahwa pengolahan lahan yang optimal merupakan pondasi utama untuk mendapatkan sistem perakaran yang kuat. Hal ini berdampak signifikan terhadap daya tahan tanaman terhadap berbagai penyakit, seperti layu, busuk batang, dan antraknosa. Dengan strategi ini, meskipun ada beberapa gejala seperti daun yang menguning, tanaman cabainya tetap mampu memberikan hasil panen yang melimpah. Kelayuan tanaman yang hampir nol persen menjadi indikator keberhasilan teknik budidaya yang diterapkannya.
Memulai karir pertaniannya setelah lulus dari SMK Pertanian, Ivan memanfaatkannya untuk berinovasi. Dengan modal awal sebesar Rp2,6 juta, ia berani menanam sekitar 400 batang cabai. Meskipun dihadapkan pada perubahan harga yang drastis akibat pandemi, ia terus berusaha memutar modal dari hasil panen pertamanya, dan kini telah berhasil mengelola tiga lahan budidaya.
Ivan juga mencermati bahwa banyak petani masih kurang memahami pentingnya kondisi lahan. Ia menekankan perlunya perhatian terhadap sanitasi kebun, sistem drainase, serta penggunaan pupuk organik yang telah difermentasi. Pendekatan ini bukan hanya menciptakan lingkungan yang sehat bagi tanaman, tetapi juga menjadi langkah preventif yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida, serta menggugah kesadaran kolektif di kalangan petani lokal untuk memperhatikan aspek awal dari budidaya cabai.