- Capaian Sensus Ekonomi Kabupaten Blitar saat ini berada di kisaran 16-18 persen, jauh dari target 22 persen.
- Petugas sensus dihadapkan pada tantangan aksesibilitas wilayah pegunungan dan penggunaan aplikasi baru yang memerlukan penyesuaian.
- Aktivitas masyarakat yang sedang panen tebu juga memengaruhi kelancaran pendataan, sehingga waktu sensus harus disesuaikan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar, Siti Anni Makrifah, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Blitar menghadapi tantangan yang cukup signifikan akibat karakteristik geografis wilayah yang didominasi pegunungan. Saat ini, progres pendataan berada pada kisaran 16 hingga 18 persen, jauh dari target awal mencapai 22 persen. Hal ini disebabkan oleh kesulitan akses yang dihadapi oleh para petugas sensus dalam menjangkau wilayah yang terpencil dan membutuhkan waktu tempuh lebih lama.
Kemunduran dalam mencapai target tersebut tidak hanya disebabkan oleh aspek geografis, tetapi juga sistem aplikasi baru yang digunakan dalam sensus kali ini. Siti Anni mencatat bahwa seluruh petugas sensus harus melakukan penyesuaian dengan teknologi digital yang memerlukan waktu dan adaptasi agar mereka dapat mengoperasikan aplikasi tersebut dengan optimal saat melakukan pendataan. Proses penyempurnaan aplikasi juga berada dalam tahap pengembangan, yang memaksa petugas untuk beradaptasi dengan berbagai pembaruan sistem yang terus berlangsung.
Selain kendala teknis, pola aktivitas masyarakat desa, terutama saat musim panen tebu, turut mempengaruhi kelancaran proses pendataan. Banyak warga di kecamatan yang berbeda saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di ladang pertanian. Hal ini menyebabkan petugas kesulitan untuk menemui responden pada pagi hari. Oleh karena itu, BPS telah mengambil langkah untuk menyesuaikan waktu pendataan dengan kegiatan masyarakat agar proses wawancara dapat berjalan lebih efektif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, BPS tetap optimis bahwa capaian Sensus Ekonomi Kabupaten Blitar akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring dengan adaptasi para petugas di lapangan.