- Muhammad Alfa Priandito adalah contoh siswa SMK yang sukses menjalankan bisnis di usia muda.
- Usahanya menghubungkan petani lokal dengan pasar, meningkatkan perekonomian lokal.
- Alfa mampu meraih omzet hingga Rp150 juta dalam sebulan, menginspirasi generasi muda untuk berwirausaha.
Dalam era yang penuh tantangan, Muhammad Alfa Priandito, seorang siswa kelas 12 jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMK Al Hikmah Gubuk Rubuh, Gunungkidul, Yogyakarta, membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Dengan inovasi dan kerja keras, ia berhasil membangun usaha distribusi hasil pertanian yang kini menghasilkan omzet lebih dari Rp100 juta per bulan. Kisahnya menjadi teladan bagi para pemuda di Blitar dan sekitarnya, menginspirasi mereka untuk tidak hanya bermimpi tetapi juga bertindak dalam mewujudkan cita-cita.
Muhammad Alfa, yang baru berusia 17 tahun, telah menjadi penghubung penting antara petani lokal dan pasar. Bisnis yang dirintisnya saat masih duduk di bangku sekolah ini lahir dari pengalaman yang didapatnya sejak kecil. Sejak kelas 4 SD, ia sudah terbiasa berjualan aneka jajanan pasar. Pengalaman tersebut membentuk jiwa wirausaha yang kian kuat ketika ia menghadapi tantangan di masa pandemi Covid-19.
Memanfaatkan saran dari orang tua, Alfa mulai menjalin hubungan dengan para petani di sekitar Gunungkidul untuk membeli hasil panen sayuran yang belum terjual. Dari sinilah langkah awal usahanya dimulai, yang kemudian ia lakukan dengan menjual hasil panen kepada ayahnya sebelum menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam waktu singkat, tersebut, omzet harian yang dihasilkannya mencapai Rp6 juta hingga Rp8 juta, menunjukkan potensi besar dalam bisnis yang digelutinya.
Sebagai seorang inovator, Alfa juga menjajakan jamur tiram dengan sepeda motor setelah pulang sekolah. Berkat ketekunan dan kualitas produk yang ia tawarkan, pelanggan pun terus bertambah, bahkan kini banyak pedagang lainnya yang memesan melalui WhatsApp. Dengan penyesuaian yang tepat, saat produknya mengalami penurunan akibat faktor cuaca, ia tak gentar dan beralih menjadi distributor berbagai hasil pertanian lainnya. Kini, prestasinya yang mampu mencatat omzet lebih dari Rp150 juta dalam sebulan, memberikan angin segar bagi masyarakat Blitar dan menunjukkan bahwa usaha yang gigih dapat membawa perubahan positif.