- Maximo Quiles memastikan gelar juara dunia Moto3 2026 setelah menang di Mandalika.
- Fadillah Arbi Aditama mencetak rekor poin terbanyak dalam satu musim debut di Moto3.
- Kedua pembalap menunjukkan prestasi yang membanggakan untuk dunia balap Indonesia.
JAKARTA - Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, menciptakan momen bersejarah bagi dunia balap motor, terutama bagi pembalap muda Indonesia. Maximo Quiles dari CF Moto Gaviota Aspar Team berhasil memastikan gelar juara dunia setelah meraih kemenangan dalam balapan yang penuh ketegangan tersebut. Di sisi lain, Fadillah Arbi Aditama, pembalap andalan Honda Team Asia, membuat catatan luar biasa dengan mencetak rekor poin terbanyak dalam satu musim debutnya di kelas Moto3.
Sementara Quiles mengamankan gelar juara dunia, Arbi menunjukkan penampilan yang mengesankan meskipun tidak berhasil naik podium di hadapan pendukungnya di Indonesia. Finis di posisi keenam, Arbi menambah koleksi poinnya menjadi 115, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Ai Ogura. Kinerja konsisten Arbi sepanjang musim ini memberikan harapan dan inspirasi bagi generasi baru pembalap Indonesia untuk terus bersaing di level internasional.
Memasuki balapan di Mandalika, Quiles berada dalam posisi krusial untuk meraih gelar juara dunia, meski tekanan dari pesaing seperti David Almansa selalu ada. Balapan dimulai dengan Quiles yang memulai dari posisi keenam, namun ia menunjukkan ketangguhan dan strategi balap yang brilian dengan segera mengambil alih pimpinan lomba hanya dalam dua putaran. Setelah memimpin, Quiles fokus menjaga kecepatan dan menghindari kesalahan yang berpotensi membahayakan posisinya, strategi tersebut terbukti efektif hingga akhir balapan.
Dengan kemenangan ini, Quiles meraih kemenangan kesepuluhnya sepanjang musim, yang sekaligus menegaskan dominasinya dan memastikan gelar juara dunia tidak bisa lagi terkejar oleh rival-rivalnya, mengingat jumlah seri yang tersisa. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan bagi Quiles dan timnya, tetapi juga menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia seperti Fadillah Arbi Aditama dapat bersaing di panggung dunia, membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah dalam motorsport.