- Asosiasi Futsal Kota Blitar menjadwalkan pemanggilan pembina dari SMA Negeri 1 Srengat dan SMK Negeri 1 Blitar.
- Kericuhan terjadi menjelang akhir babak kedua pertandingan futsal yang berakhir dengan skor 1-0.
- Insiden ini melibatkan beberapa pemain dan menyebabkan pengeluaran kartu merah dari wasit serta penghentian pertandingan.
Asosiasi Futsal Kota Blitar, melalui pengurusnya Budi Eko, mengumumkan bahwa mereka akan memanggil pembina futsal dari SMA Negeri 1 Srengat dan SMK Negeri 1 Blitar setelah kericuhan yang terjadi dalam pertandingan babak 16 besar di GOR Soekarno Hatta pada Sabtu, 10 Oktober 2026 lalu. Pertandingan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan SMA Negeri 1 Srengat ini menyimpan insiden yang mendalam dan memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Budi Eko, yang juga menjabat sebagai Pengurus Asosiasi Futsal dalam bidang pertandingan, mengonfirmasi bahwa pertemuan diadakan pada Selasa malam, 13 Oktober 2026, untuk membahas insiden tersebut. Rencana pemanggilan pembina dari kedua institusi tersebut dijadwalkan pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebagai langkah untuk menyelidiki dan mencari resolusi terhadap peristiwa yang mengecewakan ini.
Menurut saksi yang enggan diungkapkan identitasnya, kericuhan mulai meningkat saat pertandingan berlangsung, dengan kedua tim menunjukkan performa yang seimbang. Ketegangan mencuat menjelang akhir babak kedua, ketika pelanggaran terjadi yang berujung pada secara emosional memicu insiden lebih lanjut, termasuk dugaan penyerangan oleh salah satu pemain yang melempar bola ke arah kepala lawan.
Insiden tersebut mengakibatkan beberapa pemain terlibat dalam keributan, di mana satu pemain mengalami benjol di bagian belakang kepala. Pertandingan sempat dihentikan untuk meninjau video kejadian. Akhirnya, wasit memutuskan untuk mengeluarkan beberapa kartu merah, tetapi ketegangan tidak mereda, sehingga pertandingan dinyatakan berakhir menyusul tambahan kartu merah yang dikeluarkan. Semua ini menunjukkan bahwa meskipun sportivitas diharapkan, tekanan dalam pertandingan bisa memicu tindakan yang tidak diinginkan.