- Bazar Blitar Djadoel menghasilkan 2,5 ton sampah dalam dua hari.
- Jenis sampah yang paling dominan adalah plastik dari kemasan makanan dan minuman.
- DLH dan Disperindag bekerja sama dalam menjaga kebersihan selama acara dengan menyiapkan lebih dari 30 titik tempat sampah.
Bazar Blitar Djadoel yang berlangsung selama dua hari telah menarik perhatian banyak pengunjung, namun di balik kemeriahannya, acara ini juga menyisakan tantangan besar bagi kebersihan kota. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar melaporkan bahwa total sampah yang dihasilkan selama dua hari tersebut mencapai 2,5 ton, dengan dominasi jenis sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman.
Sekretaris DLH Kota Blitar, Denny Eko Prisanto, mengungkapkan bahwa volume sampah ini berpotensi meningkat, mengingat bazar akan terus berlangsung hingga Minggu, 12 Juli 2026. Hal ini menjadi perhatian utama, mengingat dampak lingkungan yang dihasilkan oleh limbah plastik sangat besar. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari pengunjung dan pedagang untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Untuk mendukung upaya kebersihan, DLH bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar telah menyiapkan lebih dari 30 titik tempat sampah di lokasi bazar. Sampah yang terkumpul akan segera diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga diharapkan tidak mengganggu keindahan dan kebersihan area tersebut. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, acara Bazar Blitar Djadoel dapat berlangsung dengan lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan, menjadikan Kota Blitar tetap bersih dan nyaman dikunjungi.