- Pertamina memperkenalkan sistem biometrik untuk penyaluran elpiji 3 kg.
- Pelaksanaan subsidi BBM bersubsidi untuk masyarakat Blitar lebih akurat dengan data kendaraan yang diperkuat.
- Pemerintah mengalokasikan Rp210,1 triliun untuk subsidi energi dalam APBN 2026.
Pertamina Patra Niaga terus berupaya untuk meningkatkan akurasi dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi. Dalam langkah inovatif terbaru, perusahaan pelat merah ini mengembangkan sistem biometrik yang akan memperkuat basis data untuk memastikan distribusi yang lebih tepat sasaran di seluruh wilayah, termasuk di Blitar. Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa bagi konsumen elpiji bersubsidi, Pertamina telah memperkenalkan aplikasi Merchant Apps Pertamina (MAP) yang mewajibkan pengguna untuk memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saat melakukan pembelian elpiji 3 kilogram (kg).
Meskipun sistem biometrik untuk pembelian elpiji 3 kg ini masih dalam tahap pengujian, Pertamina berharap dapat segera menerapkannya di seluruh Indonesia. Sebagai tambahan, untuk penyaluran BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar, pihaknya telah memanfaatkan kode barcode melalui aplikasi MyPertamina. Kerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait juga sedang dilakukan untuk memperkuat data kendaraan, guna memastikan bahwa setiap masyarakat penerima subsidi benar-benar berhak.
Dalam konteks anggaran, pemerintah telah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun. Angka tersebut merupakan 65,87 persen dari total anggaran subsidi yang mencapai Rp318,9 triliun dalam APBN 2026. Jika ditambahkan dengan kompensasi, pemerintah telah menyiapkan total anggaran untuk ketahanan energi sebesar Rp381,3 triliun.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pembatasan penyaluran Pertalite bersubsidi bagi masyarakat pada desil 9-10 masih perlu menunggu validasi data. Dalam tahap ini, pemeriksaan data masyarakat dilakukan untuk menjamin bahwa kebijakan penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran. Bahlil berharap dengan diperbaruinya dan tepatnya data, distribusi Pertalite bersubsidi bisa lebih efisien dan sesuai dengan harapan pemerintah.