- Daya tampung SD Negeri di Blitar diprediksi hanya mencapai 50% untuk tahun ajaran 2026/2027.
- Angka kelahiran yang menurun menjadi faktor utama dari penurunan peserta didik baru.
- Situasi ini tidak berdampak negatif pada kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Blitar.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar mengungkapkan bahwa tren penurunan angka kelahiran di Indonesia berimbas pada jumlah peserta didik baru di tingkat sekolah dasar (SD) untuk tahun ajaran 2026/2027. Diprediksi, daya tampung sekolah-sekolah di Blitar hanya akan dapat memenuhi sekitar 50 persen dari kapasitas yang ada. Hal ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak terkait, mengingat setiap rombongan belajar (rombel) di SD memiliki kemampuan maksimal 28 siswa, dan total daya tampung seluruh SD negeri dan swasta di Blitar mencapai sekitar 21 ribu siswa.
Kabid Pembinaan SD Dispendik, Deni Setiawan, menegaskan bahwa pengamatan dari tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa jumlah siswa baru yang terdaftar justru jauh di bawah kapasitas yang telah ditentukan. Tahun lalu, misalnya, hanya 9.600 anak yang mendaftar, angka ini kurang dari separuh dari total daya tampung. Penurunan ini tidak hanya mempengaruhi prospek pendidikan di Blitar, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai visi jangka panjang pengembangan pendidikan dasar di daerah ini.
Kendati situasi ini nampak seperti tantangan, penting untuk dicatat bahwa penurunan angka kelahiran bukanlah indikator menurunnya kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Blitar. Deni Setiawan menegaskan bahwa Dispendik tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan meski dalam kondisi penurunan jumlah siswa. Pihaknya mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan berperan aktif dalam mendukung program-program pendidikan yang ada.