- Investment decisions should not be based on emotions or trends.
- Learning from past mistakes is crucial for successful investing.
- Many new investors overlook the hardships before achieving profits.
BLITAR – Di tengah maraknya tren investasi Bitcoin, Suli, seorang investor muda berusia 18 tahun dari Blitar, memberikan peringatan bahwa keputusan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency sebaiknya tidak didasarkan pada ikutan trend atau rasa takut kehilangan peluang (FOMO). Dalam sebuah podcast, ia menceritakan pengalamannya yang menyakitkan saat berinvestasi tanpa pemahaman yang cukup terhadap kondisi pasar.
Kisah Suli dimulai pada tahun 2021, ketika ia terbawa euforia pasar yang memprediksi harga Bitcoin akan terus melejit, membuatnya memutuskan untuk membeli pada harga sekitar 60 ribu dolar AS. Namun, kenyataannya sangat berbeda, di mana harga Bitcoin malah anjlok drastis hingga membuat portofolio investasinya merosot sekitar 40 persen. Pengalaman pahit tersebut, meskipun menyedihkan, menjadi pelajaran berharga yang membentuk kembali pandangannya tentang investasi aset digital.
Suli menegaskan pentingnya untuk tidak mengambil keputusan investasi berdasarkan emosi atau sekadar mengikuti kerumunan. Penting bagi setiap investor untuk melakukan analisis yang mendalam dan memahami alasan di balik keputusan pembelian aset. Setelah mengevaluasi pengalaman sebelumnya, ia kembali memutuskan untuk berinvestasi pada akhir tahun 2023, membeli Bitcoin di harga sekitar 28 ribu dolar AS dengan berdasarkan analisis yang telah dipelajarinya selama ini.
Dalam pandangannya, kesalahan adalah hal yang lumrah dalam perjalanan investasi, terutama bagi pemula. Namun, yang terpenting adalah hargai setiap pengalaman dan gunakan sebagai dasar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia juga mencatat bahwa banyak investor baru yang terpesona oleh cerita keuntungan besar yang tersebar di media sosial, tanpa menyadari bahwa di balik itu ada proses panjang dan kerugian yang harus dilewati. Suli berharap masyarakat Blitar dapat lebih bijak dan teredukasi dalam berinvestasi, demi masa depan finansial yang lebih baik.