- Investasi Kabupaten Blitar mencapai Rp 2,5 triliun pada kuartal pertama 2026.
- Peningkatan investasi didorong oleh kesadaran pelaku usaha dalam melaporkan kegiatan bisnis.
- Sektor pertanian menjadi kontribusi terbesar dalam realisasi investasi.
Kabupaten Blitar mencatatkan kabar gembira di sektor investasi dengan mencapai realisasi senilai Rp 2,5 triliun pada kuartal pertama tahun 2026. Angka ini menunjukkan pencapaian yang signifikan, bahkan telah melebihi separuh dari target tahunan yang ditetapkan sekitar Rp 4,6 triliun. Pencapaian ini menjadi indikasi positif terhadap iklim investasi dan optimisme pertumbuhan ekonomi di daerah yang dikenal kaya akan potensi sumber daya alam.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blitar, Bayu Aji Mariska, menjelaskan bahwa pertumbuhan investasi ini didorong oleh kesadaran para pelaku usaha untuk lebih tertib dalam melaporkan kegiatan bisnis melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Ia juga menekankan bahwa dari total investasi yang terealisasi, kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai lebih dari Rp 1 triliun, yang menunjukkan kepercayaan investor lokal terhadap potensi ekonomi Kabupaten Blitar.
Sektor pertanian tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam realisasi investasi, yang sejalan dengan karakteristik daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan dalam penyediaan pangan bagi masyarakat tetapi juga menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan perkembangan ini, harapannya adalah peningkatan investasi dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor lainnya di Kabupaten Blitar.
Dengan lebih dari 50 persen target investasi tahunan yang telah tercapai pada kuartal pertama, Kabupaten Blitar berpotensi untuk menjadi salah satu daerah tujuan investasi yang menarik di Jawa Timur. DPMPTSP Kabupaten Blitar akan terus memantau dan mendukung pelaku usaha agar lebih aktif dalam menjalankan usahanya, sekaligus mendorong mereka untuk tidak hanya berinvestasi di sektor pertanian, tetapi juga sektor-sektor lain yang berpotensi di Bumi Penataran.