- Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan sidak untuk mengevaluasi proyek Joko Pangon.
- Pentingnya kualitas material, khususnya pasir yang diambil dari Brantas.
- Ketepatan ukuran dalam pengerjaan proyek menjadi fokus untuk menghindari persoalan di masa mendatang.
Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendalam terhadap proyek pembangunan Joko Pangon dengan tujuan untuk mengevaluasi secara langsung kemajuan dan kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung. Dalam kegiatan sidak ini, para anggota dewan mencatat beberapa aspek yang masih memerlukan perhatian khusus, terutama yang bersangkutan dengan kualitas material yang digunakan serta keakuratan ukuran dalam pengerjaan proyek.
Anggota Komisi III, Totok Sugiharto, menekankan bahwa temuan yang didapatkan selama sidak ini sebaiknya tidak langsung disebut sebagai masalah, namun sebagai catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana. Totok mendesak agar kualitas bahan, terutama pasir yang digunakan dalam pembangunan, memenuhi standar yang ditetapkan, dengan usulan agar pasir diambil dari kawasan Brantas untuk memastikan kualitas yang optimal.
Selain itu, Komisi III juga menyoroti pentingnya ketepatan ukuran dalam semua tahap pekerjaan. Keakuratan dalam pengukuran sangat berpengaruh pada kelancaran proyek dan untuk menghindari masalah yang lebih besar di tahap selanjutnya. Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen DPRD Kota Blitar untuk memastikan bahwa seluruh proyek pembangunan yang dibiayai oleh anggaran daerah dilaksanakan dengan transparansi dan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.
Ke depan, Komisi III DPRD Kota Blitar berencana untuk melakukan pemeriksaan ulang guna menilai perkembangan proyek setelah rekomendasi perbaikan diimplementasikan. Dengan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan semua aspek pembangunan dapat dilaksanakan secara sesuai dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat Blitar.