- Dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar diduga disebabkan oleh kontaminasi.
- Sebanyak 22 anak mengalami gejala keracunan, namun kini kondisinya sudah membaik.
- Dinas Kesehatan berkomitmen melakukan pembinaan ketat dalam pengolahan dan distribusi makanan MBG.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar telah mengidentifikasi dugaan keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga disebabkan oleh kontaminasi selama proses penyediaan makanan. Plt Kepala Dinkes Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menjelaskan bahwa kontaminasi ini kemungkinan besar bersumber dari penjamah makanan serta kurangnya kebersihan lingkungan di sekitar proses penyajian.
Penyelidikan awal menunjukkan adanya gejala gangguan pencernaan pada sejumlah siswa, yang meliputi mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu, 16 September 2026. Dari total 1.029 anak yang menerima makanan, tercatat 22 anak mengalami gejala tersebut. Beruntung, kondisi anak-anaktersebut saat ini sudah membaik dan mereka tidak lagi mengeluhkan gejala yang sama.
Menanggapi temuan ini, Dinkes berkomitmen untuk melakukan pembinaan yang ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pembinaan tersebut akan mencakup seluruh aspek pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, pengolahan, memasak, hingga distribusi. Hal ini bertujuan agar kualitas dan keamanan makanan MBG dapat terjaga dengan baik di masa mendatang.
Dinkes menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh tidak hanya terhadap SPPG, tetapi juga melibatkan pihak sekolah dalam mengatur jam konsumsi makanan, sehingga semua siswa tetap dapat menikmati makanan bergizi dengan aman. Dengan langkah-langkah pencegahan yang diambil, diharapkan insiden serupa tidak terulang dan kesehatan anak-anak terjamin.