- Pemkot Blitar mengusulkan tambahan 10 tandon air untuk mengantisipasi krisis air bersih.
- Masing-masing tandon memiliki kapasitas 2.000 liter dan diharapkan terealisasi tahun ini.
- Total jumlah tandon di Kota Blitar akan meningkat menjadi 25 unit untuk memperkuat distribusi air bersih.
Dalam menghadapi musim kemarau yang kerap memicu kekurangan air bersih, Pemerintah Kota Blitar mengambil langkah strategis dengan mengusulkan tambahan 10 unit tandon air berkapasitas 2.000 liter kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan pemerintah dan memastikan pasokan air bersih tetap terjaga bagi masyarakat.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengungkapkan bahwa usulan ini telah mendapatkan respons positif dari pemerintah provinsi dan diperkirakan akan direalisasikan dalam tahun ini. Koordinasi yang dilakukan dengan BPBD Provinsi Jawa Timur menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani potensi krisis air bersih yang mungkin terjadi di berbagai wilayah Kota Blitar.
Sebelumnya, pengajuan tambahan tandon ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun lalu. Agus menambahkan bahwa sarana tersebut diproyeksikan sebagai pendukung distribusi air bersih dalam situasi darurat akibat kekurangan pasokan air. Dengan tambahan 10 unit tandon, total kapasitas tandon di Kota Blitar akan bertambah, yang saat ini sudah memiliki tandon yang ditempatkan di 15 titik kelurahan.
Penambahan tandon ini tidak hanya akan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap kondisi krisis air, tetapi juga mencerminkan kesigapan pemerintah dalam merespon kebutuhan dasar warga. Dengan proyeksi jumlah tandon air menjadi 25 unit, upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat Blitar menjelang musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup panjang.