- Kenaikan harga BBM mendorong Pemkot Blitar untuk memangkas anggaran perjalanan dinas.
- Pemerintah mendorong ASN untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan.
- Program berbasis nol budgeting dikembangkan untuk menjaga pelayanan publik.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, terutama Pertamax yang kini mencapai Rp16.250 per liter, menyebabkan Pemerintah Kota Blitar mengambil langkah strategis untuk memastikan kestabilan keuangan daerah. Sebagai respon terhadap isu ini, Pemkot Blitar memutuskan untuk memotong anggaran perjalanan dinas dan menerapkan berbagai langkah efisiensi yang diperkirakan dapat menghemat hingga Rp185 juta. Kebijakan ini berlaku di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengurangi beban pengeluaran operasional.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan bahwa edaran telah dikeluarkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menerapkan pola hidup hemat energi. Dalam upaya mendukung efisiensi, Pemkot tidak hanya mengurangi perjalanan dinas, tetapi juga mendorong ASN untuk memanfaatkan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti berjalan kaki atau bersepeda, khususnya bagi pegawai yang tinggal dekat dengan kantor.
Selain langkah-langkah ini, Pemkot juga tetap berkomitmen untuk menjaga pelayanan publik yang tidak terputus. Berbagai program berbasis nol budgeting terus diupayakan agar pelayanan tetap optimal tanpa menambah beban keuangan daerah. Salah satu inovasi yang direncanakan adalah optimalisasi kegiatan car free day, yang diharapkan mampu merangsang perekonomian masyarakat setempat.
Langkah efisiensi paling signifikan terlihat pada pos anggaran untuk perjalanan dinas. Pemkot kini membatasi kegiatan studi banding yang dianggap tidak mendesak dan lebih memprioritaskan perjalanan untuk memenuhi undangan penting dari instansi pemerintah yang lebih tinggi. Wali Kota menegaskan bahwa setiap perjalanan dinas harus dilakukan dengan minimum personel, mendorong kepala OPD untuk tidak membawa banyak staf dalam kegiatan luar daerah.