- Pembangunan Lapas Blitar terhambat akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
- Kondisi overload lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur semakin mengkhawatirkan.
- Perawatan dan pemeliharaan gedung yang sudah berdiri sangat penting untuk menjaga kualitas dan kesiapan bangunan.
Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar kembali menghadapi hambatan serius seiring dengan pemangkasan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan proyek pembangunan gedung baru Lapas Blitar terpaksa ditunda, menambah deretan masalah yang menghantui lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur, yang sudah mengalami kondisi overload atau kelebihan kapasitas penghuni.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kusnali, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada kepastian tentang penambahan alokasi anggaran yang dapat mendukung kelanjutan pembangunan fisik Lapas Blitar. Tindakan ini menambah kekhawatiran, terutama mengingat banyaknya lembaga pemasyarakatan di wilayah ini yang telah melampaui batas kapasitas idealnya.
Meski terdapat ketidakpastian dalam penganggaran, Kusnali menekankan pentingnya untuk tetap melakukan perawatan terhadap bangunan yang telah selesai. Dirinya memandang aset negara tersebut perlu dijaga agar tidak mengalami kerusakan yang dapat menghambat proses pembangunan lanjutan di masa depan. Untuk itu, semua jajaran Ditjenpas diharapkan dapat melakukan pengawasan dan pemeliharaan secara berkala agar struktur bangunan tetap dalam kondisi baik.
Ke depannya, pihaknya berencana agar proposal pengajuan anggaran untuk pembangunan Lapas Blitar dapat diajukan kembali pada tahun mendatang, dengan dukungan kajian menyeluruh mengenai urgensi proyek ini. Dengan langkah ini, Kusnali berharap pembangunan Lapas Blitar bisa dijadikan prioritas dalam anggaran pemerintah pusat, mengingat kondisi Lapas di Jawa Timur yang semakin mendesak untuk mendapatkan perhatian dan solusi yang komprehensif.