- Gustavian Ahmad Rivai sukses meraih omzet hingga Rp500 juta per bulan melalui budidaya lele.
- Risiko penyakit aeromonas menjadi ancaman serius dalam budidaya lele yang perlu diwaspadai.
- Pentingnya pengetahuan dan manajemen risiko dalam memastikan keberhasilan usaha budidaya lele.
BLITAR - Budidaya lele di Indonesia terus menunjukkan potensi bisnis yang menarik, termasuk di kawasan Blitar. Gustavian Ahmad Rivai, seorang peternak muda asal Gurah, Kabupaten Kediri, membuktikannya dengan mampu meraih omzet sebesar Rp400 juta hingga Rp500 juta per bulan dari usaha pembibitan dan pembesaran ikan lele. Namun, di balik kesuksesannya, Gustavian mengingatkan bahwa dunia budidaya lele juga memiliki tantangan yang tidak kalah berat. Salah satu risiko utama adalah serangan penyakit aeromonas, yang dapat mengakibatkan kegagalan total pada kolam dalam satu siklus budidaya.
Menurut Gustavian, menjaga kelangsungan hidup bibit lele menjadi tantangan krusial yang harus dihadapi para peternak. Dia menekankan bahwa bukan hanya proses pembesaran yang penting, tetapi juga memastikan bibit tetap sehat hingga saat panen. Dengan banyaknya peternak yang meraih kesuksesan dalam budidaya lele di Kediri, Gustavian terinspirasi untuk mengejar peluang ini. Setelah mengenal lebih dekat industri ini melalui diskusi dengan sesama pelaku usaha dan penelitian mendalam, dia pun percaya bahwa permintaan lele di pasar masih sangat tinggi, khususnya di daerah Blitar.
Memulai usaha pada awal tahun 2021, Gustavian memilih untuk mengawali dari sektor pembibitan yang membutuhkan modal awal lebih kecil dibandingkan dengan pembesaran. Dengan memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman dari para peternak senior di Kediri, ia membangun kolam budidaya sendiri dengan teknik yang tepat. Meskipun kini ia menikmati hasil dari budidayanya, Gustavian tetap mengingatkan pelaku usaha lain bahwa keberhasilan dalam sektor ini tidak bisa dicapai tanpa manajemen yang baik dan penanganan risiko yang tepat.
Kisah Gustavian menjadi inspirasi bagi warga Blitar yang ingin berinvestasi dalam sektor budidaya air tawar, mendorong mereka untuk tidak hanya melihat sisi bisnis yang menguntungkan, tetapi juga pentingnya pengetahuan dan kesiapan menghadapi tantangan yang ada.